Thursday, September 2, 2010

Sabar Dan Biarlah Allah Menentukan Jadwal Kemenangan (bag 1)

Yulianna Pendamba Syurga 07 Agustus jam 12:32 Balas
Salah satu kendala utama berda’wah di zaman penuh fitnah dewasa ini ialah kenyataan betapa pahitnya kondisi yang sedang dialami ummat Islam di segenap penjuru dunia. Banyak negeri kaum muslimin dewasa ini dipaksa terlibat dalam konflik fisik karena penjajahan lokal terang-terangan seperti yang dialami saudara-saudara kita di Palestina oleh Zionis Yahudi, Chechnya oleh Rusia, Kashmir oleh India, Fatani oleh Thailand, Mindanau oleh Filipina serta Uigur oleh Cina. Belum lagi penjajahan yang berkedok War on Terror (WOT) seperti yang dilakukan kekuatan NATO dengan komandannya Amerika Serikat di Irak, Afghanistan dan sebentar lagi di Yaman. Sebagaimana hal serupa dilakukan oleh kekuatan militer Uni Afrika terhadap Mujahidin di Somalia.

Lambat laun semua konflik yang menimpa ummat Islam diseragamkan sebutannya menjadi WOT. Sehingga betapapun canggihnya retorika mereka mengatakan bahwa WOT bukanlah perang melawan Islam dan kaum muslimin, namun kian hari fakta yang ada kian kuat membantahnya. Amerika sudah sangat sering berkoar-koar menggolongkan Kuba dan Korea Utara sebagai negara teroris, tapi nyatanya tidak pernah kita menyaksikan pengerahan kekuatan militer terhadap kedua negara berpenduduk mayoritas non-muslim tersebut sebagaimana dilakukan terhadap negeri Muslim semisal Irak dan Afghanistan. Bahkan semenjak gagalnya upaya peledakan sebuah pesawat penerbangan Amerika Serikat pada malam Natal 2008 empatbelas negara mayoritas muslim dimasukkan ke dalam daftar hitam (baca: daftar bangsa teroris) oleh Amerika Serikat. Perhatikanlah kutipan berita dari The New York Times 4 Januari 2010:

Under the new rules, all citizens of Afghanistan, Algeria, Lebanon, Libya, Iraq, Nigeria, Pakistan, Saudi Arabia, Somalia and Yemen must receive a pat down and an extra check of their carry-on bags before boarding a plane bound for the United States, officials said. Citizens of Cuba, Iran, Sudan and Syria — nations considered “state sponsors of terrorism” — face the same requirement.

Setiap hari kita selalu disajikan berita terbunuhnya kaum muslimin di negeri-negeri yang terlibat dalam konflik. Saking seringnya pemberitaan mengenai terbunuhnya kaum muslimin kitapun semakin terbiasa dan lama-kelamaan menjadi jenuh akhirnya tidak peduli. Sementara itu di negeri kaum muslimin yang tidak terlibat konflik fihak penguasa global kafir tidak henti-hentinya melakukan rekayasa dan konspirasi untuk mencegah munculnya kekuatan ummat Islam sejati sambil memberikan dukungan seluas-luasnya kepada kelompok muslimin yang rela dibentuk ideologinya (baca: aqidah dan fikrahnya) sesuai ideologi materialisme, sekularisme, pluralisme, liberalisme dan demokrasi Barat modern. Barangsiapa yang tidak bersedia menyesuaikan ideologinya dengan ideologi Barat modern akan dengan mudahnya dilabel sebagai kaum fundamentalis, ekstrimis bahkan teroris..! Mereka akan diburu, di-inteli dan sekurang-kurangnya ditandai sebagai fihak yang mesti diwaspadai. Mereka dianggap sebagai pengganggu stabilitas dan keamanan negara. Bila dinilai bersalah dan diduga terlibat dengan aksi teror bisa dengan mudahnya dijebloskan ke sel semisal Guantanamo tanpa pernah boleh membayangkan adanya proses pengadilan. Sementara muslimin -apalagi aktifis da'wah- yang menerima ideologi mereka akan segera memperoleh aneka fasilitas duniawi dan jaminan hidup, baik harta, tahta maupun wanita.

Keadaan ini sangat mirip dengan keadaan yang telah dilalui oleh generasi awal kaum muslimin di masa Rasulullah berjuang di kota Mekkah sebelum hijrah. Pada masa itu siapa saja yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dianggap sebagai pengganggu stabilitas dan keamanan negara. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat menawarkan ideologi yang sangat berbeda bahkan bertentangan langsung dengan ideologi kaum musyrikin Quraisy Mekkah. Banyak sahabat yang mengalami pengusiran, penganiayaan, penyiksaan, pemboikotan, pemenjaraan hingga pembunuhan. Keadaan sedemikian parahnya sehingga salah seorang sahabat berkeluh-kesah kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melihat kenyataan pahit yang dialami kaum muslimin ahlut-tauhid.

عَنْ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ قَالَ شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ قُلْنَا لَهُ أَلَا تَسْتَنْصِرُ لَنَا

أَلَا تَدْعُو اللَّهَ لَنَا قَالَ كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ

فِي الْأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ

فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ

مَا دُونَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ أَوْ عَصَبٍ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ

وَاللَّهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا الْأَمْرَ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ

لَا يَخَافُ إِلَّا اللَّهَ أَوْ الذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ

Dari Khabab bin Al-Arat ia berkata: ”Kami mengeluh di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam saat beliau sedang bersandar di Ka’bah. Kami berkata kepadanya: ”Apakah engkau tidak memohonkan pertolongan bagi kami? Tidakkah engkau berdoa kepada Allah untuk kami?” Beliau bersabda: ”Dahulu seorang lelaki ditanam badannya ke dalam bumi lalu gergaji diletakkan di atas kepalanya dan dibelah menjadi dua namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Dan disisir dengan sisir besi sehingga terkelupaslah daging dan kulitnya sehingga tampaklah tulangnya namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Demi Allah, urusan ini akan disempurnakan Allah sehingga seorang penunggang kuda akan berkelana dari San’aa ke Hadramaut tidak takut apapun selain Allah atau srigala menerkam dombanya, akan tetapi kalian tergesa-gesa!” (HR Bukhary 3343)

Saudaraku, sungguh apa yang dialami ummat Islam dewasa ini di zaman penuh fitnah ini hanya merupakan repetisi sejarah. Ini merupakan sunnatullah yang mesti dialami oleh kaum muslimin ahlut-tauhid sepanjang perjalanan sejarah kemanusiaan. Yang paling penting adalah menjadikan aqidah dan fikrah Islamiyah sebagai barang paling berharga yang mesti dijaga kemurniannya hingga maut datang menjemput. Sebab urusan ideologi inilah urusan paling pokok bagi seorang mu’min. Urusan ideologi ini pulalah sebab utama diutusnya para Rasul Allah.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu…” (QS AnNahl ayat 36)

Ketika masyarakat jahiliyyah musyrik Quraisy Mekkah berdiri di atas fondasi ideologi syirik non-Tauhid Nabi shollallahu ’alaih wa sallam samasekali tidak berkenan terlibat dalam pengaturan dan pengelolaan masyarakat Mekkah. Beliau sibuk terus membina lahirnya suatu generasi baru ahlut-tauhid yang dipersiapkan untuk mewujudkan masyarakat baru menggantikan masyarakat jahiliyyah tersebut. Namun beliau mensyaratkan agar masyarakat yang dibina ideologinya tersebut memiliki kesabaran yang berlipat ganda. Jangan hendaknya mereka mudah goyah lantaran ancaman lawan maupun rayuan musuh. Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa pertolongan dan kemenangan dari Allah merupakan suatu keniscayaan, namun hendaknya semua fihak bersabar dan bersabar dan bersabar. Sedemikian rupa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menekankan perlunya bersabar sehingga beliau mengingatkan sahabat Khabab bin Al-Arat akan pengalaman jauh lebih pahit kaum mukminin generasi terdahulu.
»»  READMORE...

PIDATO ARB PADA PENGHARGAAB ACHMAD BAKRIE 2010

Hendrik Jauhari Oratmangun 07 Agustus jam 13:01 Balas
Dirgahayu Negeriku
Pidato Penghargaan Achmad Bakrie 201
Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara semua pada malam Penghargaan Achmad Bakrie yang ke-8 ini. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Freedom Institute, kepada ANTV, TVONE, VivaNews, Yayasan Bakrie untuk Negeri, serta kepada begitu banyak pihak yang telah membantu suksesnya acara ini.

Pada malam yang berbahagia ini, mewakili keluarga besar Achmad Bakrie dan Freedom Institute, saya ingin mengucapkan selamat dan menghaturkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tokoh dan anak bangsa terbaik Indonesia yang telah menunjukkan dharma bakti dan dedikasi dalam berbagai bidang penting kehidupan. Tokoh-tokoh ini, dengan caranya masing-masing, telah memberi kontribusi yang besar dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Mereka adalah tokoh-tokoh yang menjadi peraih Penghargaan dan Hadiah Khusus Achmad Bakrie 2010.

Daniel Murdiyarso telah merintis jalan baru dan menunjukkan prestasi yang cemerlang dalam bidang sains, dengan menggali lebih jauh berbagai soal besar di seputar masalah perubahan iklim.

Sjamsoe’oed Sadjad telah bekerja penuh dedikasi dan memberi sumbangan penting bagi perkembangan teknologi benih dan teknologi pertanian secara umum.

S. Yati Soenarto telah mengabdikan hidup, karya, serta karirnya untuk menyelamatkan nyawa anak-anak kita serta meningkatkan dunia kesehatan di Indonesia.

Daoed Joesoef telah memberikan seluruh hidupnya, telah membuktikan konsistensi sikap dan karya untuk terus memajukan dunia pemikiran sosial di Tanah Air.

Sitor Situmorang telah membuka kemungkinan baru dalam dunia penciptaan dan kebudayaan serta mempertajam kepekaan bahasa Indonesia dalam menyampaikan gejolak perasaan manusia.

Ratno Nuryadi, dalam usia yang masih sangat muda, telah membuktikan bahwa negeri kita masih memiliki sejumlah anak muda yang berdedikasi tinggi, tekun, kreatif, serta berprestasi tinggi dalam dunia advanced research, dunia penelitian yang berdiri di garis terdepan dalam memperluas cakrawala pengetahuan manusia.

Kepada mereka semua — kepada Daniel Murdiyarso, Samsoe’oed Sadjad, S. Yati Soenarto, Daoed Jusuf, Sitor Situmorang, dan Ratno Nuryadi – kepada mereka kita harus berterima kasih. Kepada mereka kita sebagai bangsa patut menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Karya dan dedikasi seperti yang telah mereka tunjukkan telah memberi angin segar, bahwa Indonesia masih bisa terus berharap, bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang menghargai ilmu pengetahuan dan dunia penciptaan, serta memiliki semangat untuk terus maju dan berkembang.

Saudara-saudara yang saya muliakan

Hadirin yang saya cintai

Saya tahu dan mengerti, tidak semua tokoh yang malam ini mendapat Penghargaan Achmad Bakrie menyambutnya dengan tangan terbuka. Sitor Situmorang dan Daoed Joesoef telah menyatakan bahwa mereka menolak menerima penghargaan ini.

Saya memahami dan menghormati keputusan kedua tokoh tersebut. Tetapi penolakan mereka tidak sedikut pun mengurangi penghargaan kita kepada keduanya, serta tidak sedikit pun mengurangi jasa dan peran yang telah mereka berikan kepada negeri kita yang tercinta ini.

Salah seorang pemikir besar Prancis, yaitu Jean Paul Sartre, pada tahun 1964 pernah menolak pemberian Hadian Nobel. Dia melakukannya untuk memberikan sebuah sikap dan pernyataan politik. Sikap Sartre tidak kemudian mengecilkan arti atau mengurangi makna pemberian Hadian Nobel. Malah sebaliknya, hadiah tersebut dianggap begitu penting sehingga tokoh sekelas Sartre merasa perlu menggunakan Hadiah Nobel untuk mengundang perhatian dunia atas sikapnya.

Kurang lebih begitulah kita harus memahami penolakan tokoh dan makna Penghargaan Achmad Bakrie sekarang ini, tentu dalam konteks dan situasi Indonesia kontemporer.

Terhadap Freedom Institute, Yayasan Bakrie untuk Negeri, serta panitia penyelenggara, saya harap tidak berkecil hati dengan adanya penolakan tersebut. Kalian telah berusaha berbuat baik. You have set a new tradition and you have done it well. Kepada kalian semua, saya hanya ingin mengingatkan apa yang pernah diutarakan oleh Ralph Waldo Emmerson: To be great is to be misunderstood. Karena itu, jangan patah arang. Teruskan upaya yang telah kalian rintis dengan baik.

Tradisi pemberian penghargaan semacam ini adalah sebuah rintisan yang bermanfaat, agar masyarakat Indonesia memberi tempat yang terhormat bagi para pencipta, ilmuwan, peneliti, dokter dan pemikir yang berprestasi. Di masa-masa mendatang, justru upaya pemberiaan penghargaan seperti ini harus terus dilanjutkan dengan semakin baik lagi, meskipun akan selalu ada sebagian kalangan yang menganggap bahwa Penghargaan Achmad Bakrie hanyalah sebuah upaya politik belaka.

Tanpa terasa, penghargaan ini telah memasuki tahun ke-8. Saya merasa bangga bahwa pada tahun ini kita dapat menambah satu kategori lagi, yaitu Penghargaan Khusus bagi ilmuwan atau periset berprestasi yang masih berusia di bawah 40 tahun, yang malam ini dianugerahkan kepada Ratno Nuryadi.

Jika Penghargaan Achmad Bakrie terinspirasi oleh Nobel Prize di Swedia, kategori penghargaan khusus ini terinspirasi oleh Clark Medal Prize di Amerika Serikat, yang diberikan kepada ilmuwan berusia di bawah 40 tahun yang telah memberikan kontribusi besar dalam pemikiran dan ilmu ekonomi. Banyak dari penerima penghargaan ini kemudian juga menjadi peraih Hadiah Nobel, seperti Milton Friedman, Gary Becker dan Paul Krugman.

Dengan penghargaan khusus ini, saya berharap bahwa ilmuwan-ilmuwan muda kita dari beragam bidang ilmu, bukan hanya ilmu ekonomi, lebih terpacu lagi untuk memberikan yang terbaik dan memajukan bidang ilmu masing-masing. Mudah-mudahan suatu waktu kelak, dalam sisa hidup ini, saya masih diberikan kebanggaan oleh Allah SWT untuk melihat salah seorang putra atau putri Indonesia menjadi peraih Hadiah Nobel. Insya Allah.

Saudara-saudara yang saya hormati

Hadirin yang saya muliakan

Sengaja Malam Penghargaan Achmad Bakrie selalu dilaksanakan di seputar perayaan 17 Agustusan. Dengan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan kita tanpa terlarut dalam kegiatan yang hanya bersifat seremonial.

Peringatan kemerdekaan adalah sebuah peristiwa penuh makna, sebuah peristiwa yang mengajak bangsa Indonesia untuk memikirkan kembali esensi kemerdekaan, untuk merenungkan kembali arah dan tujuan perjalanan negeri kita.

Kemerdekaan adalah sebuah kemungkinan, sebuah jembatan, serta sebuah harapan agar setiap putra dan putri Indonesia dapat tumbuh dan berkembang, menjadi manusia-manusia yang kuat jiwa dan raganya, manusia yang kreatif dan terpelajar, manusia yang mampu menyerap segala hal baik yang ditawarkan oleh kehidupan ini.

Saya teringat pada pesan yang selalu disampaikan oleh almarhum ayahanda saya, Achmad Bakrie bahwa

freedom makes opportunities

opportunities make hope

hope makes life and future

Tetapi do not take our freedom for granted. Kemerdekaan bukanlah sebuah keniscayaan. Ia harus kita rawat terus menerus. Kita harus terus bertanya, minimal setahun sekali, sampai di mana perjalanan kita, dan apa yang telah kita berikan untuk mengisi kemerdekaan negeri kita yang tercinta ini.

Hadirin yang saya muliakan

Saudara-saudara yang saya hormati

Dalam filosofi Penghargaan Achmad Bakrie terkandung sebuah pandangan tentang kehidupan. Dalam dunia yang semakin kompleks ini, manusia tidak boleh kehilangan kepekaan pada keindahan, bahkan terhadap hal-hal sederhana seperti mekarnya setangkai kembang melati, atau, sebagaimana kata penyair Chairil Anwar, terhadap romantisme cinta sekolah rendah yang hidup di sanubari remaja-remaja kita.

Kepekaan pada kehidupan, “rasa” yang tajam pada keindahan, adalah salah satu dimensi kehidupan yang hakiki: It is what makes life worth living, itulah yang membuat kehidupan ini begitu berharga dan penuh rahmat.

Karena itu, lewat Penghargaan Achmad Bakrie, saya berharap bahwa dorongan-dorongan untuk mencipta dan berkarya pada kaum sastrawan kita menjadi lebih besar lagi, agar kita semua, terutama anak-anak serta remaja-remaja kita yang sedang tumbuh, memperoleh inspirasi tentang kehidupan, serta mampu mengerti dimensi-dimensi yang paling subtil, paling halus, dari kehidupan itu sendiri.

Selain pada sesuatu yang indah, hidup dan kehidupan yang utuh juga harus bertumpu pada sesuatu yang benar. Dalam hal inilah peran kaum ilmuwan, dalam segala bidang ilmu, menjadi penting. Ilmu pada dasarnya adalah sebuah metode pencarian kebenaran, baik kebenaran yang bersifat natural, maupun kebenaran yang bersifat sosial dan etis.

Pencarian kebenaran lewat metode keilmuan memang tidak pernah akan berakhir. Tidak ada jawaban besar yang bisa memuaskan segala pertanyaan di segala zaman. Tetapi lewat metode keilmuan, manusia dapat memuaskan dahaganya untuk tahu, untuk mengerti lingkungan sekitarnya, serta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan abadi dalam hidupnya.

Manusia modern tidak boleh terkungkung dalam penjara tradisi. Kita tidak boleh meninggalkan masa lalu, dan sebaliknya kita tidak boleh berhenti hanya pada kebanggaan terhadap masa lalu, tetapi justru harus terus mengembangkan sebuah bangsa dan tradisi yang lebih besar lagi.

Seperti manusia pencari ilmu dalam pengertian Platonik, manusia modern tidak boleh puas berada dalam gelap, di balik tabir dan bayang-bayang, tanpa pernah melihat matahari. Ia ingin mengerti, dan dalam proses mencari pengertian baru itu, ia mengubah lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik.

Hadirin yang saya muliakan

Akhirnya, perkenankanlah saya sekali lagi memberi selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Daniel Murdiyarso, Samsoe’oed Sadjad, S. Yati Soenarto, Daoed Jusuf, Sitor Situmorang, dan Ratno Nuryadi.
Mereka telah menunjukkan dedikasi yang tinggi, berada di jalan yang terkadang sepi dan menyendiri. Negeri kita menjadi sebuah negeri yang lebih kaya dan membanggakan karena kontribusi mereka.
Maju terus negeriku
Dirgahayu Indonesia yang tercinta
»»  READMORE...

KAJIAN DI UNJ Tiap SENIN Sore

Ummu Asma' 08 Agustus jam 16:54 Balas
Hadirilah...!!!

"Kajian Tematik Sesuai Sunnah" Kampus A UNJ (khusus ikhwan)
Dengan Tema :
"Meraih Nikmatnya Ramadhan"

Bersama : Ustadz Nuzul Dzikry, Lc.

Insya Allah, rutin setiap hari Senin
Ba'da Sholat Ashar s/d selesai
Masjid Nurul 'Irfan, Kampus A UNJ Rawamangun, Jakarta Timur

cp : 0856 718 5487 (ikhwan)
»»  READMORE...

SAPIDA HANYAR (Serial Utuh Ujai)

Pambakal Jingah Rabit 09 Agustus jam 9:57 Balas
SAPIDA HANYAR (Serial Utuh Ujai)
Oleh: Aman Tigarun, Kalua

Adum Halus ni hanyar manukar sapida mutur mio. Satiap hari raun haja gawian sambil malihayi tunggangan jar. Putar-putar Adum Halus ni mamutari Kampung Jingah Rabit. Pokoknya sahari tu ada nang sampai 10 kali bakuliling kampung. Bila ada tatamu urang pasti dah inya takurihing.

“Napa Adum Halus tu takurihing tarus?” jar Julak Pirhan.

“Kalu kahanyaran baisi sapida,” jar Utuh Hirman. “Kina bila Adum Halus lalu kita singgahakan!” jar Utuh Hirman.

Singkat tali salawar, Adum Halus lalu pulang. “Adum Halus, singgah…singgah!” jar Julak Pirhan.

Tadadar ae Adum Halus manjajak rem. “Napa mang?” jar Adum Halus.

“Napa maka ikam takurihing tarus bila tatamu orang?” jar Utuh Hirman.

“Maungahakan sapida hanyar kah?” jar Julak Pirhan.

“Kada,” jar Adum Halus.

“Kahanyaran baisi sapida kah?” jar Utuh Hirman.

“Kada jua,” jar Adum Halus.

“Bah pang napa?” jar Utuh Hirman.

“Aku takurihing tu kada aku kahanyaran baisi sapida. Kada jua maungahkan. Aku takurihing karna sapida nang kutukar ni ban-nya bulat,” jar Adum Halus.

“Jah, napa hubungan nya lawan takurihing?” jar Julak Pirhan.

“Cuba bayangkan mun tadi aku manukar sapida ni ban-nya sagi 4. Mau lah aku takurihing?” jar Adum Halus sambil mangalunyur mangurihingi buhannya.
»»  READMORE...

Marhaban Yaa Ramadhan

Ust Ahmad 09 Agustus jam 11:04 Balas
Nabi Muhammad SAW bersabda..
"Sesungguhnya telah datang kepada kalian "Bulan Allah" yang penuh berkah, rahmat dan maghfirah, yaitu bulan yang di sisi Allah lebih mulia dari bulan-bulan lainnya. Hari-harinya pun lebih utama dari pada hari-hari (di bulan) lainnya. Malam-malamnya lebih mulia dari malam-malam biasa. Detik-detiknya pun lebih utama dari detik-detik di bulan lainnya.”

“Sekiranya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang terdapat di bulan Ramadhan, tentu mereka mengharapkan agar seluruh bulan adalah bulan Ramadhan.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Mohon Maaf lahir dan bathin ..semoga ramadhan kali ini dapat menjadikan kita umat yang lebih baik , bertaqwa dan menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya..Marhaban Yaa ramadhan..

Ya Allah, sehatkanlah kami , dalam bulan Ramadhan dan yakinkanlah iman kami di dalamnya, dan janganlah ia berlalu tanpa kemampuan..

Yaa Allah berkatilah kami di bulan ramadhan ini. Bantulah kami untuk melakukan shaum dan shalat di dalamnya dan terimalah amal ibadah kami..”
»»  READMORE...

Marhaban ya Ramadhan

Yulianna Pendamba Syurga 09 Agustus jam 11:51 Balas
Assalamualaikum warrahmatullah wabrrakatuh.....

Bismillahirrahmannirrahim.....
ALhamdulillah,bulan yang selalu kita rindukan tlah mengintai di ambang pintu,bulan yang di dalamnya terdapat seribu kemuliaan,bulan yang amal ibadah kita di lipat gandakan....Subhanallah......
Bersama Ramadhan penuh cinta,saya dan seluruh admin ASGAP mohon ma'af bila selama mengisi ASGAP atau berkomunikasi dengan sahabat ASGAP melakukan kesalahan,khilaf kata,tindakan yang menggores luka.
Kami hanyalah manusia biasa yang penuh kekurangan dan kesalahan,mohon sahabat2 ASGAP mema'afkan kami.
Ketulusan ma'af dari sahabat sangat kami harapkan,agar bisa menjalani ibadah puasa dengan hati bersih,tanpa penyakit hati,tanpa dendam,tanpa iri hati.

Dan mohon ma'af pada sahabat ASGAP,di bulan ramadhan nanti kami admin ASGAP tidak bisa mengirim pesan rutin sebagaimana biasanya,mohon pengertiannya....

Semoga ramadhan tahun ini lebih baik dari ramadhan ssebelumnya....

Wassalamualaikum warrahmatullah wabarrakatuh...

ADMIN...
»»  READMORE...

MAUMUMAKAN SIM (Serial Utuh Ujai)

Pambakal Jingah Rabit 09 Agustus jam 11:59 Balas
MAUMUMAKAN SIM (Serial Utuh Ujai)
Oleh: Ampeak Sie Kaminting Pidakan

Takisah Pambakal nang lawas jadi sopir, sidin ba isi SIM B1. Nah ne sidin ada ditawari gawian parusahaan batu bara, tapi SIM harus B1 UMUM. Singkat kisah Pambakal bapandir di warung Su Ijak, “Barapa yu wayahni ma umumakan SIM? Aku handak bagawi di parusahaan.”

Lalu Utuh Adun manyahut, “Kira-kira sajuta dua ratusan Pambakal ae!”

Lalu Julak Pirhan manyahut, “Sajuta lima ratus waheni.”

“Kada!” jar Utuh Ujai, “murah haja ma umumkan SIM. 100 ribu haja. Mun ada duitnya 5 manit gen tuntung.”

“Bujur lah Tuh?” jar Pambakal.

“He eh pambakal ae, bujuran, sini nah duitnya saratus ribu. Sini SIM pian!” jar Utuh Ujai.

Kada bapikir lagi Pambakal langsung manjulung SIM lawan duit 100 ribu. Lalu Utuh Ujai kaluar pada warung. Kada lawas tadangar mik masigit, tadangar, “Pangumuman pengumuman,” mulai mik. Tadangar SIM pambakal diumumakan Utuh Ujai mulai mik masigit. Mandaraw urang di warung tatawaan. “Dasar bujur murah ma umumkan sim,” jar sa ikung.

“Ia am,” jar pambakal, “dapat Utuh Ujai duitku,” sambil kaluar warung pina masam muha.
»»  READMORE...

TATAMBA ASMA (Serial Utuh Ujai)

Pambakal Jingah Rabit 09 Agustus jam 12:01 Balas
TATAMBA ASMA (Serial Utuh Ujai)
Oleh: Ampeak Sie Kaminting Pidakan, Kalua

Takisah kai-nya Acil Enor nang sudah baumur 50 tahun. Sidin ne kada suah garing kecuali ini. Saminggu sudah kada ada mangaluar rumah. Sudah jadi kabisaan buhan Kampung Jingah Rabit bila ada warga nang garing diilangi, walau ka situ hanya cagaran mahibur atawa umpat mamakan wadai wara.

Hari Jum'at habis ka masjid rame tuha anum ka wadah Kai-nya Acil Enor. Nah di sini katahuan pada kai ne garing kana panyakit asma. Jar Adum Halus, “Kawa lah pian makan?”

Lalu bagamat kai ne manjawab, “Kawa ae mun disuapi.”

Lalu jar Julak Pirhan, “Kawa lah bajalan?”

“Kawa ae mun diirit dibantui,” jar kai.

Lalu jar Utuh Ujai, “Bakantut pang kawa za kalo sorangan kada diganii?”

“Eh sorangan ae mun bakantuk. Aku banyak-banyak minta maap mun ada salah. Aku minta rela dunia ahirat,” jar kai.

“Ae julak, kanapa bapandir kaeto?” jar nang lain pina takajut.

“Aku putus asa sudah. Sudah macam-macam tatamba diminum. Tatamba duktur, tatamba kampung, tatap haja kada ampih panyakit asmaku,” jer kai pulang.

Bubuhannya nang ada, pina titikan banyu mata. Lalu Utuh Usai umpat bapandir. Utuh Usai ne kakanakan nang paling macal juwa pang. “Ada ae ubat nang harat Kai ae!”

“Napa?” jar nang lain.

“Ubatnya nyiru gasan manampi baras toe buritnya diminyaki, imbah tu pian nang garing mambawa baandak di kapala, imbahtu pulang, pian bawa naik ka atas hatap rumah. Bacakan bismilah wan sahadat, lalu pian babuat ka nyiru sambil baluncur matan atas hatap ka bawah. Jamin langsung ampih maarit asma. Nah kurelakan jam mun pian ada salah dunia ahirat.”

Sindam kai mandangari, nang lain pina batambah titikan banyu mata. Kada lawas, PAWWWWWW, tampilingan pambakal bajarikit di muha Utuh Usai. “Tu tu kadanya maubati, tapi mamatii ngarannya,” jar pambakal pina mingar.
»»  READMORE...

Permohonan Maaf

Fre Boekan Free 09 Agustus jam 14:04 Balas
Tak ada istilah untuk tidak merasa bersalah dalam kehidupan ini. Dosa ibarat selimut dalam diri manusia. Oleh karenanya saya dengan mengedepankan kealphaan dan kekurangan, menghaturkan Permohonan Maaf atas kesalahan yang pernah terucap, yang pernah terpikir, yang pernah terbuat dalam berinteraksi. Semoga dengan langkah memaafkan kita semua senantiasa diridhoi dalam memasuki Ramadhan yang penuh berkah.

SELAMAT MEMASUKI BULAN SUCI RAMADHAN 1431 H.
»»  READMORE...

Macam-Macam Bid’ah di Bulan Ramadhan

Ummu Asma' 09 Agustus jam 18:39 Balas
Penulis: Abu Sa'id Satria Buana
Muroja'ah: Ustadz Abu Salman
Artikel www.muslim.or.id

Kategori Fiqh dan Muamalah, Ramadhan | 01-09-2008 |

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barakah dan penuh dengan keutamaan. Allah subhanahu wa ta'ala telah mensyariatkan dalam bulan tersebut berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan ini dan membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah ta'ala, "Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agama kalian." (QS. Al-Maidah: 3). Mereka ingin melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak merasa cukup dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ridhwanullahi `alaihim ajma'iin.

Oleh sebab itu pada tulisan ini kami mencoba mengangkat beberapa amalan bid'ah yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu amalan-amalan yang dilakukan akan tetapi tidak diajarkan oleh Nabi kita shallallahu `alaihi wa sallam maupun para sahabat beliau, semoga dengan mengetahuinya kaum muslimin bisa meninggalkan perbuatan tersebut.

Bid'ah Berzikir Dengan Keras Setelah Salam Shalat Tarawih

Berzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada shalat tarawih dengan dikomandani oleh satu suara adalah perbuatan yang tidak disyariatkan. Begitu pula perkataan muazin, "assholaatu yarhakumullah" dan yang semisal dengan perkataan tersebut ketika hendak melaksanakan shalat tarawih, perbuatan ini juga tidak disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, tidak pula oleh para sahabat maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu hendaklah kita merasa cukup dengan sesuatu yang telah mereka contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti jejak mereka dan segala keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru yang tidak ada tuntunannya dari mereka.

Membangunkan Orang-Orang untuk Sahur

Perbuatan ini merupakan salah satu bid'ah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, beliau tidak pernah memerintahkan hal ini. Perbedaan tata-cara membangunkan sahur dari tiap-tiap daerah juga menunjukkan tidak disyariatkannya hal ini, padahal jika seandainya perkara ini disyariatkan maka tentunya mereka tidak akan berselisih.

Melafazkan Niat

Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadhan adalah tradisi yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara yang kita jumpai adalah imam masjid shalat tarawih ketika selesai melaksanakan shalat witir mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan puasa besok harinya.

Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak di contohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

Imsak

Tradisi imsak, sudah menjadi tren yang dilakukan kaum muslimin ketika ramadhan. Ketika waktu sudah hampir fajar, maka sebagian orang meneriakkan "imsak, imsak…" supaya orang-orang tidak lagi makan dan minum padahal saat itu adalah waktu yang bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk makan dan minum. Sahabat Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit radhiyallahu `anhuma, "Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam kemudian beliau shalat. Maka kata Anas, "Berapa lama jarak antara azan dan sahur?", Zaid menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca ayat al-Qur'an." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda Azan Magrib Dengan Alasan Kehati-Hatian

Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi shallallahu `alaihi wa sallam yang menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda,

"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari Muslim)

Takbiran

Yaitu menyambut datangnya ied dengan mengeraskan membaca takbir dan memukul bedug pada malam ied. Perbuatan ini tidak disyariatkan, yang sesuai dengan sunah adalah melakukan takbir ketika keluar rumah hendak melaksanakan shalat ied sampai tiba di lapangan tempat melaksanakan shalat ied.

Padusan

Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadhan dimulai. Perbuatan ini tidak disyariatkan dalam agama ini, yang menjadi syarat untuk melakukan puasa ramadhan adalah niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa, adapun mandi junub untuk puasa Ramadhan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu `alaihi wa sallam.

Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya

Rasulullah telah melarang mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa pada dua hari terakhir di bulan sya'ban, kecuali bagi yang memang sudah terbiasa puasa pada jadwal tersebut, misalnya puasa senin kamis atau puasa dawud. Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)

Perayaan Nuzulul Qur'an

Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadhan, untuk mengenang saat-saat diturunkannya al-Qur'an. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktek Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, begitu pula para sahabat sepeninggal beliau.

Berziarah Kubur Karena Ramadhan

Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadhan banyak dilakukan oleh kaum muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik di sana. Perbuatan ini tidak disyariatkan. Ziarah kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para sahabat ridhwanullahi `alaihim ajma'iin.

Inilah beberapa bid'ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, khususnya di negeri kita, semoga Allah ta'ala memberikan kita ilmu yang bermanfaat, sehingga kita bisa meninggalkan perkara-perkara tersebut dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam.
»»  READMORE...
Ummu Asma' 09 Agustus jam 18:39 Balas
Penulis: Abu Sa'id Satria Buana
Muroja'ah: Ustadz Abu Salman
Artikel www.muslim.or.id

Kategori Fiqh dan Muamalah, Ramadhan | 01-09-2008 |

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barakah dan penuh dengan keutamaan. Allah subhanahu wa ta'ala telah mensyariatkan dalam bulan tersebut berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan ini dan membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah ta'ala, "Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agama kalian." (QS. Al-Maidah: 3). Mereka ingin melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak merasa cukup dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ridhwanullahi `alaihim ajma'iin.

Oleh sebab itu pada tulisan ini kami mencoba mengangkat beberapa amalan bid'ah yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu amalan-amalan yang dilakukan akan tetapi tidak diajarkan oleh Nabi kita shallallahu `alaihi wa sallam maupun para sahabat beliau, semoga dengan mengetahuinya kaum muslimin bisa meninggalkan perbuatan tersebut.

Bid'ah Berzikir Dengan Keras Setelah Salam Shalat Tarawih

Berzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada shalat tarawih dengan dikomandani oleh satu suara adalah perbuatan yang tidak disyariatkan. Begitu pula perkataan muazin, "assholaatu yarhakumullah" dan yang semisal dengan perkataan tersebut ketika hendak melaksanakan shalat tarawih, perbuatan ini juga tidak disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, tidak pula oleh para sahabat maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu hendaklah kita merasa cukup dengan sesuatu yang telah mereka contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti jejak mereka dan segala keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru yang tidak ada tuntunannya dari mereka.

Membangunkan Orang-Orang untuk Sahur

Perbuatan ini merupakan salah satu bid'ah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, beliau tidak pernah memerintahkan hal ini. Perbedaan tata-cara membangunkan sahur dari tiap-tiap daerah juga menunjukkan tidak disyariatkannya hal ini, padahal jika seandainya perkara ini disyariatkan maka tentunya mereka tidak akan berselisih.

Melafazkan Niat

Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadhan adalah tradisi yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara yang kita jumpai adalah imam masjid shalat tarawih ketika selesai melaksanakan shalat witir mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan puasa besok harinya.

Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak di contohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

Imsak

Tradisi imsak, sudah menjadi tren yang dilakukan kaum muslimin ketika ramadhan. Ketika waktu sudah hampir fajar, maka sebagian orang meneriakkan "imsak, imsak…" supaya orang-orang tidak lagi makan dan minum padahal saat itu adalah waktu yang bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk makan dan minum. Sahabat Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit radhiyallahu `anhuma, "Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam kemudian beliau shalat. Maka kata Anas, "Berapa lama jarak antara azan dan sahur?", Zaid menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca ayat al-Qur'an." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda Azan Magrib Dengan Alasan Kehati-Hatian

Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi shallallahu `alaihi wa sallam yang menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda,

"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari Muslim)

Takbiran

Yaitu menyambut datangnya ied dengan mengeraskan membaca takbir dan memukul bedug pada malam ied. Perbuatan ini tidak disyariatkan, yang sesuai dengan sunah adalah melakukan takbir ketika keluar rumah hendak melaksanakan shalat ied sampai tiba di lapangan tempat melaksanakan shalat ied.

Padusan

Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadhan dimulai. Perbuatan ini tidak disyariatkan dalam agama ini, yang menjadi syarat untuk melakukan puasa ramadhan adalah niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa, adapun mandi junub untuk puasa Ramadhan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu `alaihi wa sallam.

Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya

Rasulullah telah melarang mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa pada dua hari terakhir di bulan sya'ban, kecuali bagi yang memang sudah terbiasa puasa pada jadwal tersebut, misalnya puasa senin kamis atau puasa dawud. Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)

Perayaan Nuzulul Qur'an

Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadhan, untuk mengenang saat-saat diturunkannya al-Qur'an. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktek Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, begitu pula para sahabat sepeninggal beliau.

Berziarah Kubur Karena Ramadhan

Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadhan banyak dilakukan oleh kaum muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik di sana. Perbuatan ini tidak disyariatkan. Ziarah kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para sahabat ridhwanullahi `alaihim ajma'iin.

Inilah beberapa bid'ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, khususnya di negeri kita, semoga Allah ta'ala memberikan kita ilmu yang bermanfaat, sehingga kita bisa meninggalkan perkara-perkara tersebut dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam.
»»  READMORE...

kekeliruan dalam ibadah Ramadhan

09 Agustus jam 21:38
Sebagai orang yang ingin beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan mendapatkan pahala serta ridho-Nya, maka tentunya sebagaimana yang kami ketahui haruslah ibadah tersebut benar, sesuai dengan tuntunan Al-Qur`an dan Sunnah, dan bebas dari adanya kesalahan pada ibadah tersebut. Sehubungan dengan makin dekatnya bulan Ramadhan dan untuk menjaga agar ibadah pada bulan tersebut (khususnya ibadah puasa) lepas dari kesalahan, maka kami mohon penjelasan tentang bentuk-bentuk kesalahan yang ada dan dilakukan orang di bulan Ramadhan ini. Terima kasih.

Jawab :
Sering orang menyangka bahwa puasa Ramadhan yang ia lakukan sudah sesuai dengan tuntunan syari’at Islam, namun kadang ada beberapa hal yang tidak disadarinya bahwa apa yang dilakukannya atau apa yang diyakininya ternyata merupakan kesalahan yang dapat mengurangi nilai puasanya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Maka kami akan mencoba menjelaskan beberapa kesalahan yang terjadi di kalangan kaum muslimin dalam berpuasa Ramadhan agar dapat menjadi nasehat dan bekal menyambut bulan Ramadhan.

Kesalahan-kesalahan tersebut antara lain :

Pertama : Menentukan masuknya bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu Falaq atau ilmu Hisab.

Hal ini merupakan suatu kesalahan besar dan sangat bertolak belakang dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan dalam surah Al-Baqarah : 186 :

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“Maka barang siapa dari kalian yang menyaksikan bulan, maka hendaknya ia berpuasa”.

Dan juga dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Umar dan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum riwayat Bukhary-Muslim, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam :
إِذَا رَأَيْتُمُ الِهلاَلَ فَصُوْمُوْا وَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَأَفْطِرُوْا

“Apabila kalian melihat hilal (bulan sabit) maka berpuasalah, dan apabila kalian melihatnya maka berbukalah”.

Ayat dan hadits di atas sangatlah jelas menunjukkan bahwa masuknya Ramadhan terkait dengan melihat atau menyaksikan hilal dan tidak dikaitkan dengan menghitung, menjumlah dan cara-cara yang lainnya. Kemudian perintah untuk berpuasa dikaitkan dengan syarat melihat hilal. Hal ini menunjukkan wajibnya penentuan masuknya bulan Ramadhan dengan melihat hilal tersebut.

Berkata Al-Bajy ketika membantah orang yang membolehkan menggunakan ilmu Falaq dan ilmu Hisab : “Sesungguhnya kesepakatan para salaf sudah merupakan hujjah (bantahan) atas mereka”. Lihat Subulus Salam 2/242.

Dan berkata Ibnu Bazizah menyikapi pendapat orang yang membolehkan menggunakan ilmu falaq dalam menentukan masuknya bulan Ramadhan : “Ini adalah madzhab yang bathil. Syari’at telah melarang menggunakan ilmu Falaq karena sesungguhnya ilmu Falaq penuh dengan dugaan dan sangkaan yang tidak jelas”. Lihat : Subulus Salam 2/242.

Berkata Imam Ash-Shon’any dalam Subulus Salam 2/243 : “Jawaban terhadap mereka ini jelas, sebagaimana yang dikeluarkan oleh Bukhary-Muslim hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ الْشَهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا وَعَقَدَ الإِبْهَامَ فِي الثَّالِثَةِ يَعْنِيْ تِسْعًا وَعِشْرِيْنَ وَالْشَهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا يَعْنِيْ تَمَامَ ثَلاَثِيْنَ

“Sesungguhnya kami adalah ummat yang ummi (yaitu) tak dapat menulis dan tak dapat menghitung. Bulan itu begini, begini dan begini, beliau menekukkan ibu jarinya pada yang ketiga yakni dua puluh sembilan (hari), dan bulan itu, begini, begini dan begini yakni sempurna tiga puluh (hari)”.

Kedua : Kebiasaan berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dengan maksud ihtiyath (berjaga-jaga).

Hal ini menyelisihi hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Bukhary-Muslim, beliau berkata Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :
لاَ تَقَدَمُّوْا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُوْمُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seorang yang biasa berpuasa dengan suatu puasa sunnat maka hendaknyalah ia berpuasa”.

Berkata Imam Ash-Shon’any dalam Subulus Salam 2/239 : “Ini menunjukkan haramnya berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dalam rangka untuk ikhtiyath (berjaga-jaga)”.

Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bary (4/160) : ”…karena menentukan puasa haruslah dengan hilal, tidak sebaliknya -yakni dengan dugaan-...”.

Berkata Imam At-Tirmidzy setelah meriwayatkan hadits di atas 3/364 (Tuhfathul Ahwadzy) : “Para ‘ulama menganggap makruh (haram-ed.) seseorang mempercepat puasa sebelum masuknya bulan Ramadhan…“.

Berkata Imam An-Nawawy : “Hukum berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan adalah haram apabila bukan karena kebiasaan puasa sunnah”. Lihat : Syarah Shohih Muslim 7/158.

Maka bisa disimpulkan haramnya puasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dalam rangka ihtiyath, adapun kalau ia mempunyai kebiasaan berpuasa seperti puasa senin-kamis, puasa Daud dan lain-lainnya lalu bertepatan dengan sehari atau dua hari sebelum Ramadhan maka itu tidak apa-apa. Wallahu A’lam.
»»  READMORE...

RAMADHAN

Yan Jeancole Malmsteen 10 Agustus jam 1:43 Balas
Marhaban ya Ramadhan,
Semoga bulan ini penuh dengan BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
Mari kita dukung PREMIUM (Pre Makan dan Minum)
Serta SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
Kembali dengan MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
Serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)

===========================================

Jika hati ini seringkali jengkel,
Jadikan ia jernih sejernih XL,

Jika hati ini seringkali iri,
Jadikan ia cerah secerah MENTARI,

Jika hati ini seringkali dendam,
Jadikan ia penuh kemesraan FREN,

Jika hati ini seringkali dengki,
Jadikan ia penuh SIMPATI,

Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,
Raihlah HOKI
Raihlah JEMPOL dari Ilahi

Mohon Maaf Lahir dan Bathin
(Cinta & Cinta)
»»  READMORE...

Puasaan

Pambakal Jingah Rabit 10 Agustus jam 6:55 Balas
Assalamualaikum Wr. Wb

Kurang Labih satahun bubuhan jingah rabit maulah urang takurihingan atawa sarik ataw nang lain-lain. Dalam kasampatan ini, saya selaku admin nang tukang pos kan kisah kakawan muhun maap wan rila wan hampian-hampian dingsanak-dangsanak nang kada berkenan lwn hadirnya kisah kami.

Kami selaku pengelola mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, smoga amal ibadah kita ditarima. Lebaran sabulan lagi....

Mun ada nang handak bakirim kisah, kami tampung dahulu kalau temanya di luar seputar bulan ramadhan utk dterbitkan sesudah bulan ramadan.


Wassalam

Pambakal Jingah Rabit
»»  READMORE...

Proyek Amal Shlaeh di Bulan Ramadhan

Ust Ahmad 11 Agustus jam 10:15 Balas
IKUTI PROYEK AMAL SHALEH Bersama Pesantren Yatim Tahfidz Quran Dan Panti Asuhan Arrohmah


Sahabat, ada beberapa Amal Shaleh yang kalau kita lakukan di Bulan Ramadhan, kita akan memperoleh Balasan yang sangat-sangat Luar Biasa melebihi orang-orang pada umumnya ? inilah amal-amal Shaleh tersebut :

1. MEMBERIKAN TA'JIL ( Buka Puasa ) setiap hari walau hanya untuk satu orang, dalam sebuah Hadits dinyatakan bahwa Barangsiapa diantara kita memberi makanan untuk berbuka Puasa kepada orang lain maka kita akan mendapatkan Pahala Puasa orang tersebut tanpa dikurangi sedikitpun. Coba Anda kalkulasi bagaimana kalau kita mampu memberikan buka puasa setiap hari lebih dari satu orang sesuai kemampuan kita ?, sisihkan mulai sekarang hingga Ramadahan meninggalkan kita.

PROGRAM PAKET 200 ORANG BUKA PUASA Rp.10.000,- Per Orang
Selama Bulan Ramadhan

2. MEMBERIKAN WAKAF ALAT SHOLAT ( Mukena / Sarung + Baju Muslim ) untuk Ibadah di Bulan Ramadhan, Coba Anda bayangkan jika Alat-Alat Sholat yang kita berikan itu dipakai Ibadah selama Bulan Ramadhan, maka kita akan kebagian Pahala Ibadah orang tersebut selama Bulan Ramadhan dan Bulan-Bulan berikutnya setiap mereka mengenakan Alat Sholat yang kita berikan, Dalam sebuah Hadits dinyatakan bahwa Ibadah seseorang di Bulan Ramadahan dilipatgandakan hingga 10 kali lipat dibanding ibadah di Bulan yang lain.Lakukan mulai sekarang untuk satu atau beberapa orang sesuai kemapuan

PROGRAM WAKAF 1000 ALAT SHOLAT Rp.100.000,- Per Paket


3. MEMBERIKAN WAKAF AL-QUR'AN TERJEMAH, amalan utama yang paling banyak diminati kaum Muslimin pada bulan Ramadhan adalah Membaca dan Mengkaji Al-Qur'an, Pahala orang baca satu huruf adalah 10 kebajikan kalau oarang tersebut membaca 1 halaman saja itu kurang lebih 1000 huruf x 10 kebajikan x lipat ganda 10 di Bulan Ramadhan = 100.000 kebajikan, Bayangkan berapa besarnya kebajikan jika dalam Ramadhan orang tersebut Tamat membacanya, dan bayangkan bagaimana kalau Al-Qur'an yang dibaca tersebut adalah Wakaf dari Kita, maka kitapun ikut mendapatkan kebajikan sebesar Pembaca dan Pengkaji Al-Qur'an tersebut, Lakukan Wakaf mulai sekarang untuk satu Mushhaf atau lebih sesuai kemampuan kita.

PROGRAM WAKAF 1000 AL- QUR'AN TERJEMAH Rp.100.000,- Per Mushaf


4. MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH, ini adalah AMALAN WAJIB bagi setiap Jiwa yang hidup sebelum 1 Syawal / Akhir Ramadahan, dari mulai bayi, anak-anak, remaja, pemuda sampai kakek nenek, alaki-laki dan perempuan. Wajib Dibayarkan sekali dalam 1 tahun mulai awal Ramdahan hingga Akhir Ramadhan. Berupa 2,5 kg Beras atau senilai Rp.20.000,-. Lakukan segera ketika saatnya tiba, Jangan sampai terlupa karena ini adalah sarana PENSUCIAN JIWA KITA.

BAYAR ZAKAT FITRAH Rp.20.000,- per Jiwa


5. MENUNAIKAN ZAKAT MAAL / ZAKAT HARTA / ZAKAT PROFESI, ini adalah kewajiban kita mengeluarkan 2,5% dari NETT INCOME kita, Jika kita mampu membuat Pembukuan Tahunan sebaiknya dikeluarkan setiap tutup buku, akan tetapi banyak sekali diantara kita yang mengeluarkan Zakat Maalnya setiap bulan dengan alasan sangat-sangat simpel : " kalau kita lihat orang kelaparan sekarang apakah kita menunggu tahun depan membantu mereka ? ", sehingga banyak diantara kita yang langsung memotong 2,5% setiap mendapatkan Gaji atau Bonus atau Laba Perdagangan/investasinya. Lakukan jangan sampai terlupa karena ini adalah SARANA PENSUCIAN HARTA KITA agar Lebih berkah dan semakin mengembangkan kekayaan kita dengan izin Allah SWT.

BAYAR ZAKAT MAAL / PROFESI = 2,5% dari NETT INCOME.


6. MEMBIASAKAN SEDEKAH/INFAQ HARIAN, kadang Kita sering kali kalau mau sedekah menunggu nanti kalau sudah punya harta yang banyak, rasanya kurang enak kalau cuma sedikit, bagaimana kalau kebanyakan orang berpendirian seperti itu, mungkinkah kita akan mengatakan kepada anak-anak kita, " sekolah nanti saja ya kalau kita sudah banyak uang ? " . SEDIKIT-TULUS-TERUS MENERUS jauh lebih baik daripada BESAR - BANYAK PAMRIH - BANYAK KORBAN, jauh lebih baik lagi kalau mampu BESAR-IKHLAS-TANPA BATAS MASA, Lakukan mulai sekarang walau HANYA SEDIKIT,- sampai Ramadhan meninggalkan kita.

SEDEKAH SETIAP HARI Rp.10.000,- atau LEBIH


Demikian, semoga Allah SWT memberikan keuatan kepada kita untuk dapat memgoptimalkan segala akatifitas kita dalam setiap detak nafas kita di Bulan Ramadhan menjadi sebuah kebajikan, amin

Rekening Kami: Bank Syariah Mandiri KCP Bojonegoro a.n Ruslan Abdul Gani nmr rek. 0757015562

Untuk Transfer ZAKAT MAAL, ZAKAT FITRAH, WAKAF, BUKA PUASA dan NAZAR sebaiknya Anda Konfirmasi ke 085852577771 ( Ust.Ahmad Ruslan ), untuk INFAQ dan SEDEKAH Lebih Utama tidak Konfirmasi
»»  READMORE...

Puasa Wanita Hamil dan Menyusui

Yulianna Pendamba Syurga 11 Agustus jam 16:06 Balas
Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.

Pada dasarnya, wanita hamil dan menyusui termasuk yang terkena khitab perintah shaum (puasa) dalam ayat shiyam, QS. Al Baqarah: 183. Namun, apabila mereka khawatir atas bahaya bagi dirinya atau janin dan anak susuannya bila tetap berpuasa, maka dibolehkan untuk berbuka (tidak berpuasa).

Ibnu Hazm rahimahullah dalam al-Muhalla mengatakan, “Dan orang hamil, menyusui, dan orang tua renta, semuanya termasuk orang yang terkena khitab perintah puasa. Maka puasa Ramadlan hukumnya wajib bagi mereka. Namun jika wanita menyusui khawatir terhadap anak susuannya karena sedikitnya susu dan hilangnya air susu karena itu dan anak tersebut tidak memiliki orang yang menyusuinya lagi selain wanita tadi atau tidak mau menerima puting susu selainnya; atau wanita hamil khawatir terhadap janinnya; atau orang tua sudah tidak mampu lagi berpuasa karena tuanya, maka mereka semua boleh berbuka (tidak puasa) . . . “ (Al-Muhalla: 4/411)

Jadi apabila wanita hamil dan menyusui mampu melaksanakan puasa pada bulan Ramadlan, ia wajib menunaikannya. Namun, jika tidak mampu atau takut dan khawatir akan kesehatan dirinya, janin atau bayi yang disusuinya, ia boleh tidak puasa. Dan ketakutan/kekhawatiran ini bukan semata angan-angan dan anggapan belaka yang dibuat-buat, tetapi karena data dan pengalaman yang sudah-sudah, atau berdasarkan saran dokter ahli.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنْ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلَاةِ وَعَنْ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوْ الصِّيَامَ

“Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah memberikan keringanan bagi musafir untuk tidak mengerjakan separoh shalat. Dan memberikan keringanan bagi musafir, wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa.” (HR.Abu Dawud no. 2408, al-Tirmidzi no. 715, an-Nasai no. 2315, dan Ibnu Majah no. 1667. Hadits ini dishahihkan oleh Al-albani dalam Shahih Abi Dawud no. 2083 dan Shahih Ibni Majah no. 1667)

Di kalangan fuqaha’, tidak ada perbedaan pendapat mengenai dibolehkannya wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa apabila khawatir janin yang dikandungnya akan terkena mudharat. Begitu pula wanita yang menyusui, apabila takut bayinya akan binasa.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan, dari Ibnu Abbas radliyallaahu 'anhuma mengenai firman Allah Ta’ala,

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“ . . . Dan untuk orang-orang yang sangat berat baginya untuk mengerjakan puasa, hendaklah ia membayar fidyah berupa member makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184) beliau berkata, “Ayat itu merupakan rukhshah (keringanan) bagi orang tua renta baik laki-laki maupun perempuan yang keduanya merasa berat mengerjakan puasa agar berbuka dan memberi makan seorang miskin pada setiap harinya. Begitu pula wanita yang mengandung dan menyusui, apabila keduanya khawatir."

Jadi apabila wanita hamil dan menyusui mampu melaksanakan puasa pada bulan Ramadlan, ia wajib menunaikannya.

Namun, jika tidak mampu atau takut dan khawatir akan kesehatan dirinya, janin atau bayi yang disusuinya, ia boleh tidak puasa.

Apa yang harus mereka lakukan?

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsrinya menyebutkan 4 pendapat di kalangan ulama mengenai wanita hamil dan menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir akan kesehatan dirinya atau anaknya. Pertama, keduanya membayar fidyah, dan mengqadla (mengganti pada hari lain) puasanya. Kedua, membayar fidyah saja tanpa qadla’. Ketiga, wajib mengqadla’ tanpa membayar fidyah. Keempat, berbuka tanpa harus qadla’ dan fidyah.

Syaikh Shalih al-Fauzan dalam Al-Mulakhas al-Fiqhi (1/392) menyebutkan, bagi wanita hamil apabila tidak mampu berpuasa dia boleh berbuka dan mengqadla’ (mengganti pada hri lain) puasanya. Kedudukannya seperti orang yang sakit dalam firman Allah,

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Dan bersamaan dengan qadla’ tadi, dia wajib membayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin pada setiap harinya apabila berbukanya tadi disebabkan kekhawatiran atas bayinya. Pendapat ini didasarkan pada fatwa Ibnu Abbas dan lainnya dari kalangan sahabat sebagaimana yang dinukil Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma’ad: 2/29,

“Ibnu Abbas dan yang lainnya dari kalangan sahabat berfatwa mengenai wanita hamil dan menyusui apabila khawatir atas anaknya: agar keduanya berbuka dan memberi makan seorang miskin pada setiap harinya; memberi makan menempati maqam puasa.” Maknanya, menempati kedudukan pelaksanaan puasa, dengan tetap wajib mengqadla bagi keduanya. (Al-Mulakhas al-Fiqhi: 1/392)

Imam al-Bukhari dalam penafsiran أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ menukil pendapat Imam al-Hasan al-Bashri Ibrahim mengenai wanita menyusui dan hamil, apabila keduanya khawatir (takut) atas diri keduanya atau anaknya: “Keduanya berbuka kemudian mengqadla.”

Terdapat fatwa dari Lajnah Daimah (10/226) tentang wajibnya qadla bagi wanita hamil, “Adapun wanita hamil, maka wajib baginya berpuasa waktu hamilnya kecuali apabila dia khawatir bila tetap berpuasa akan membahayakan dirinya atau janinnya, maka diberi rukhsah (keringanan) baginya untuk berbuka dan mengganti setelah melahirkan dan suci dari nifas.”

Tentang perintah fidyah didasarkan pada riwayat dari Nafi’, bahwa Ibnu Umar radliyallaahu 'anhuma pernah ditanya tentang wanita hamil apabila dia khawatir terhadap anaknya dan berpuasa sangat berat baginya, lalu beliau berkata,

تُفْطِرُ وَتُطْعِمُ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا مُدًّا مِنْ حِنْطَةٍ

“Wanita itu boleh berbuka dan memberi makan orang miskin sebanyak satu mud setiap harinya (disebut juga dengan fidyah).” (HR. Malik dan al-Baihaqi). Wallahu Ta’ala a’lam.
»»  READMORE...

Kekuatan Rayap – Hikmah Ramadhan

Thohir Rohili 12 Agustus jam 10:30 Balas
Kekuatan Rayap – Hikmah Ramadhan

Anda tahu rayap? Rayap adalah binatang kecil yang biasa memakan kayu. Rayap dikenal sebagai hama yang bisa merusak rumah kita, setidaknya bahan rumah kita yang terbuat dari kayu. Kekuatan rayap sungguh luar biasa, sebuah bangunan besar bisa hancur oleh binatang kecil ini. Namun bukan hanya ini saja kekuatannya. Selain memiliki kekuatan merusak, rayap pun memiliki kekuatan membangun.
Rayap memiliki kekuatan membangun sarangnya lengkap dengan sistem Air Conditioning-nya plus tata ruang yang apik dengan ketinggian sampai 9 meter. Ini adalah suatu pencapaian luar biasa sebab tubuh rayap sendiri hanya memiliki tinggi sekitar 3 mm saja. Artinya rayap mampu membangun tempat tinggalnya sampai 3.000 kali tinggi badannya.

Sementara manusia, dengan berbagai peralatan dan bahan-bahan yang canggih, sampai sekarang belum mampu membangun bangunan dengan ketinggian sampai 1.000 kali tinggi badannya. Sampai saat ini bangunan tertinggi yang sudah dibuat manusia baru sampai ketinggian sekitar 1.000 meter saja.

Bagaimana rayap bisa membangun tempat tinggalnya begitu tinggi? Ada dua hikmah yang bisa kita dapatkan dari rayap:

1.Mereka bekerja sama dalam membangun sarangnya. Tubuh kecil dan lemah bisa diatasi dengan cara bekerja sama. Bekerja sama membuat mereka memiliki kekuatan yang dahsyat baik dalam menghancurkan maupun membangun.
2.Mereka bekerja dengan mengikuti insting, yang merupakan fitrah yang diberikan Allah kepada makhluq ini. Mereka tidak punya ilmu arsitektur. Mereka tidak memiliki ilmu dengan pengkondisian udara dan tata ruang. Mereka tidak pernah kuliah cara mengawetkan makanan. Mereka mampu, karena mereka hidup dalam fitrahnya.
Manusia yang seharusnya memiliki kemampuan yang jauh lebih dahsyat bisa kehilangan kemampuan itu karena disebabkan oleh dua hal.

Yang pertama, jika seseorang sudah tidak mau lagi bekerja sama sesama dengan saudaranya. Kesombongan dan keangkuhan mereka menghalangi untuk bekerja sama sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal. “Saya bisa, saya hebat, dan saya mampu. Buat apa bekerja sama?” Orang yang berkata seperti ini adalah mereka yang kehilangan banyak potensi keberhasilan dalam hidupnya.

Hikmah kedua, banyak manusia yang sudah jauh dari fitrahnya. Mereka hidup dengan cara sendiri. Cara yang diproduksi oleh akalnya sendiri yang sungguh lemah dan banyak kekurangannya. Padahal kita sudah punya cara hidup yang sesuai dengan fitrah manusia karena cara hidup ini dibuat oleh Pencipta kita. Cara hidup itu adalah Al Quran dan Hadits Nabi saw.
»»  READMORE...

Kajian Umum Jogja (14-22 Agustus 2010): RAMADHAN BERSAMA PARA SALAF

Hadirilah Rangkaian Kajian Tematik Ramadhan

“RAMADHAN BERSAMA PARA SALAF”

Setiap Sabtu dan Ahad
14 – 22 Agustus 2010
Pukul 08.30 – 11.00 WIB
Di Masjid Al-Ashri, Pogungrejo (utara Fak. Teknik UGM)

Kajian 1:
Sabtu, 14 Agustus 2010
Tema: “Ramadhan Bersama Salafus Shalih”
Pemateri: Ustadz Abdussalam Busyro

Kajian 2:
Ahad, 15 Agustus 2010
Tema: “Qiyamul Lail Bersama Salafus Shalih”
Pemateri: Ustadz Afifi Abdul Wadud

Kajian 3:
Sabtu, 21 Agustus 2010
Tema: “Berinteraksi dengan Al-Qur’an Bersama Salafus Shalih”
Pemateri: Ustadz Abu Ali Noor Akhmad Setiawan

Kajian 4:
Ahad, 22 Agustus 2010
Tema: “Berburu Lailatul Qadr”
Pemateri: Ustadz Arifin Ridin, Lc.

Informasi:
0813.2426.1341 (Faisal)

Penyelenggara:
Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta
»»  READMORE...

Lowongan Kerja di ELANG GROUP

Untuk mendukung visi perusahaan Elang Group mewujudkan 10.000 unit RSH dan menjadi pionir perumahan sehat sederhana yang berwawasan lingkungan dan taraf hidup yang berkualitas, maka Gemilang Property, pengembang property di Bogor, membuka kesempatan bagi anda berkarir untuk berbagai posisi :

1. Sales

2. Finance

3. Legal

4. Konstruksi

5. Banking Relation

6. Human Resource

7. IT and Support System

Kualifikasi :

1. Minimum SMA (untuk sales)

2. Minimum D3 (untuk finance, konstruksi, IT and Support System)

3. Minimum S1 (untuk legal, Banking relation, human resource)

4. Umur Maksimum untuk Pria 30 tahun, untuk wanita 28 tahun

5. Mampu bekerja di bawah tekanan/dengan target)

6. Bisa mengendarai motor dan memiliki SIM C (untuk sales dan banking relation)

7. Memiliki pengalaman kerja diutamakan (semua posisi)



Kirimkan CV Anda dengan format yang telah disediakan di menu download situs ini.

Kirimkan via email ke : nn.elanggroup@yahoo.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it (paling lambat 30 September 2010)

-Corporate Human Capital Division Elang Group-

http://www.gemilangproperty.com/index.php?option=com_content&view=article&id=54%3Arekrutmen&catid=35%3Ateks&Itemid=60
============ Iklan ==================
»»  READMORE...

PROMOSI : PAPAN PERMAINAN ZAKATI

Ummu Asma' 14 Agustus jam 12:33 Balas
Papan Permainan Zakati

Permainan ZAKATI adalah permainan yang dirancang untuk anak anak usia 10 – 18 tahun, agar dapat merangsang tumbuhnya kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Konsep permainan ini adalah setiap pemain agar gigih berusaha untuk memiliki usaha sebanyak banyaknya, dan mendapat penghasilan yang besar sehingga dia dapat memperbanyak shodaqoh , infak dan zakat.

Pada ZAKATI para pemain dituntut kemampuannya mengatur financial dalam bertransaksi untuk memiliki usaha, menyewakan, menjual, dan bershodaqoh. Yang pada Akhirnya seseorang akan menjadi PENGUSAHA KAYA YANG DERMAWAN.

Nilai-Nilai Pada Permainan ZAKATI

1. Menanamkan semangat berusaha, agar seseorang menjadi kaya sehingga dapat banyak beramal shodaqoh.
2. Menanamkan kesadaran untuk memegang komoditas, emas atau mata uang dinar yang setara dengan berat emas. Mata uang ini tidak terpengaruh isu-isu spekulasi, yang dapat menjatuhkan kurs suatu nilai mata uang seperti rupiah, dollar, euro dan sebagainya.
3. Mengenalkan konsep bidang usaha yang bervariasi, seperti pertanian, industry, perdagangan, kelautan, kedokteran, media massa dan pariwisata.
4. Mengenalkan kewajiban zakat, jika seseorang memiliki harta melebihi nisab dan haul maka ia harus mengeluarkan zakat hartanya. Selain itu menenamkan jiwa kedermawanan.

Mentalitas yang hendak ditanamkan dalam permainan ini adalah , tumbuhnya kecerdasan intelektual pada anak-anak,
1. Melatih kemampuan financial untuk bertransaksi dalam membeli, membangun, memperbanyak komoditi usaha, mata uang dinar, dengan berhati hati terhadap perubahan kurs mata uang.
2. Mendidik pengetahuan umum tentang zakat

Selain itu juga mengembangkan kecerdasan Emosional dan Spriritual,
1. Melatih kepekaan sosial agar gemar bershodaqoh, berinfak dan berzakat
2. Melatih untuk hafal nama-nama surat, jumlah ayat suatu -surat, surat-surat dan ayat-ayat sajadah, surat-surat makiyah dan madaniyah
3. Melatih menjalankan amanah dengan jujur sebagai pengurus Bank syariah, Pengurus Baitul Maal, Pengurus Hakim, dan Pencatatan Nilai.
»»  READMORE...

Klik www.busanamuslimtasik.com

Busana Muslim Tasik merupakan Toko Penjualan Busana Muslim Produk Tasikmalaya secara Online.

Produk yang disediakan di toko kami adalah yang langsung diambil dari Rumah Industri Tasikmalaya,sehingga harga produk bisa bersaing ketat dengan Pusat Grosir Tanah Abang Jakarta.Kami melayani pembelian Grosir dan Eceran.

Kami memiliki koleksi yang cukup lengkap,harga yang relatif murah,sistem transaksi yang mudah.

BMT tempat yang tepat untuk membeli berbagai macam busana muslim Tasikmalaya,karena akan menghemat banyak waktu dan biaya,tidak perlu jauh-jauh pergi ke Kota Tasikmalaya atau ke pasar Tasik Tanah Abang Jakarta,karena kami sudah sediakan disini.Anda tinggal email,telepon atau SMS dari rumah atau kantor anda untuk memesan barang,selanjutnya kami akan memproses barang pesanan agar sampai kerumah anda.

Nikmati Home Shopping yang Aman,Nyaman,Mudah dan Murah serta Menguntungkan hanya di www.busanamuslimtasik.com

Selamat Berbelanja

Baarokalloohufikum.

Terimakasih

Wassalmu'alaykum Warohmatullohi Wabarokatuh

Customer Services BMT
=======================================
Paket Air Minum Isi Ulang Seken di Cipondoh Tangerang
Cuma 10 Juta dijual

Hub 9895 7329
Jika Serius
»»  READMORE...

MAHAYAL SUGIH (Serial Utuh Ujai Versi Ramadhan)

Pambakal Jingah Rabit 14 Agustus jam 14:12 Balas
MAHAYAL SUGIH (Serial Utuh Ujai Versi Ramadhan)
Oleh: Pambakal Jingah Rabit

Takisah Utuh Ujai wan Adum Halus nang lagi bararabahan di langgar, rami buhannya bapandiran kada karuan tampuh. Tahalang tabujur pamandiran, maklum hari panas wan rahatan puasaan juwa. Sudah jadi kabiasaan buhannya takumpulan di langgar rahatan bulan puasaan ne sambil manunggui hari sanja waktu handak babuka.

“Jai, aku handak batakun wan ikam!” jar Adum Halus.

“Napa garang nang handak ditakunakan, Dum?” jar Utuh Ujai manyahuti.

“Kaini, dari pada kita mamandirakan wan manguya urang, baik kita mahayal ha. Kita ne sudah talanjur miskin wan kadada harapan lagi sugih. Kira-kira rahatan kita bapandiran ne pas gugur duit sakarung jumlahnya samiliyar, ikam pakaikan ka mana duitnya?” jar Adum Halus.

“Ikam dahulu, nangapa kahandakan ikam mun baduit saitu?” jar Utuh Ujai mambulikakan pandir.

“Mun aku dapat duit saitu banyaknya, aku handak manukar rumah nang ganal, nukar mutur 5 buting, imbahtu sisanya pakai bakuliling dunia, mun kam pang?” jar Adum Halus.

“Mun aku dapat duit kaitu banyaknya, 500 juta gasan mambarii masigit,” jar Utuh Ujai.

“Nang 500 jutanyanya pang?” jar Adum Halus.

“Nang 500 jutanya gasan kubagi wan urang-urang di kampung Jingah Rabit ne,” jar Utuh Ujai.

“Jah mun kaitu ikam kada handak sugih kah Jai?” jar Adum Halus.

“Nyata ae handak, imbah habis duit samiliyar tadi, kubawa mahayal pulang duit samiliyar gugur di hadapanku, gampang haja kalu?”
»»  READMORE...

Sedang ada Kajian dengan Ust Abu Qotadah

Ummu Asma' 14 Agustus jam 16:39 Balas
Klik ajah http://sss-tv.com/

==========================================
Sehat dan Berstamina Saat Puasa (1)

Apakah para pembaca sekalian saat ini dalam keadaan sehat dan bugar? Atau apakah istri/suami, anak, sanak kerabat, tetangga, sahabat dan relasi Anda semua ada yang jatuh sakit? Sudahkah saudara dan saudariku semua menengok ke ruang bangsal di rumah sakit? Berapa jumlah mereka yang terbaring di sana? Lalu, apakah pelajaran yang bisa dipetik dari kisah mereka yang tidak dalam kondisi sehat?

Alhamdulillah, kata itulah yang mestinya senantiasa meluncur dari lisan kita atas berbagai kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada kita, diantaranya adalah sehat jiwa dan raga kita. Dengan badan yang sehat, tentu aktivitas ibadah dan keseharian kita akan berjalan baik dan lancar. Sehingga wajar apabila dalam suatu kesempatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Ada dua kenikmatan yang sering lalai untuk disyukuri oleh kebanyakan manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412)

Saudara dan saudariku, waktu ternyata begitu cepat berlalu. Tanpa terasa, bulan suci Ramadhan hampir menyapa kita, karena kedatangannya yang sudah hampir di pelupuk mata. Bulan agung yang senantiasa ditunggu dan dinantikan oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia. Mengapa?

Karena pada bulan ini adalah bulan yang Allah muliakan di antara bulan-bulan yang lainnya. Banyak keutamaan pada bulan ini, diantaranya adalah dilipatgandakannya pahala amal ibadah dan diampuninya dosa-dosa. Tentu kita tidak ingin melewatinya dengan sia-sia atau berlalu begitu saja. Bahkan kita tidak ingin niatan amal soleh di bulan Ramadhan ini terhalang oleh sesuatu, terutama sakit. Demikianlah harapan kita, namun apa yang hendak dikata jika qadarullah (karena takdir Allah) kita mengidap atau terserang suatu penyakit, atau karena sebab lain yang menghambat ibadah puasa kita, maka janganlah kita berkecil hati.

Pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai puasa dalam kondisi khusus, seperti pada ibu hamil, menyusui, lansia (lanjut usia), anak kecil, dan orang dengan penyakit tertentu. Selain itu, akan disampaikan beberapa tips seputar kesehatan supaya kita senantiasa sehat dan berstamina saat puasa. Tak ketinggalan, juga akan disinggung mengenai berbagai macam gangguan kesehatan yang kelihatannya sepele tapi bisa mengganggu kelancaran berpuasa, dan tentu saja disertai dengan cara mengatasinya.

Puasa dalam Kondisi Khusus

1. Jika ibu hamil atau menyusui ingin berpuasa

Meskipun ada keringanan untuk tidak berpuasa, ada kalanya seorang wanita hamil atau menyusui ingin berpuasa. Mengingat kondisi tiap wanita berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, maka tidak heran jika ada yang terpaksa tidak sanggup berpuasa, namun ada pula yang sanggup berpuasa hingga satu bulan penuh.

Ada beberapa yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil atau menyusui yang ingin berpuasa:

Konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan berpuasa dalam kondisi hamil atau menyusui. Seorang dokter akan memberikan nasihat sesuai dengan kondisi masing-masing ibu. Adakalanya tidak diperbolehkan karena kondisi ibu yang memang tidak memungkinkan, ada yang diperbolehkan tapi tentu saja dengan beberapa catatan.

Mantapkan tekad terlebih dahulu, karena keyakinan akan sanggup berpuasa bisa menghilangkan was-was atau kekhawatiran akan kondisi ibu maupun anak. Mitos makan untuk dua orang (ibu dan anak) ketika hamil atau menyusui tidak sepenuhnya benar. Memang kebutuhan kalori dan zat gizi lainnya akan meningkat ketika hamil atau menyusui, namun bukan berarti dilipatgandakan menjadi dua kalinya. Pada dasarnya tidak ada efek buruk secara langsung bagi janin yang dikandung atau bayi yang disusui, dengan catatan selama seorang ibu tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Kebutuhan tambahan kalori wanita hamil lebih kurang 285 kalori, yaitu wanita dengan kerja ringan 1900 kalori/hari, kerja sedang 2100 kalori/hari, dan kerja berat 2400 kalori/hari. Kecukupan gizi seimbang kira-kira 40 kalori/kgBB dengan komposisi protein 20-25%, lemak 10-25%, dan karbohidrat 50-60%. Sedangkan bagi ibu yang menyusui, pada 6 bulan pertama masa menyusui saat bayi hanya mendapat ASI (eksklusif), ibu perlu tambahan nutrisi 700 kalori/hari, 6 bulan selanjutnya 500 kalori, dan tahun kedua 400 kalori.

Pada dasarnya, berpuasa bisa dikatakan hanya menggeser waktu makan, sehingga ibu hamil atau menyusui tidak perlu khawatir dirinya akan makan lebih sedikit dari biasanya. Cara memenuhi kebutuhan kalori pada saat sedang hamil atau menyusui tapi tetap ingin berpuasa, salah satunya adalah dengan makan lagi setelah sholat tarawih. Tentu saja, makanan yang disantap tidak harus makanan berat, tapi bisa juga camilan padat gizi yang menyehatkan atau kudapan berbahan sayur dan buah (misalnya salad). Dengan begitu, seorang ibu hamil atau menyusui tetap makan 3 kali dalam sehari.

Bagi ibu menyusi, dalam menu sahur dan berbuka hendaknya ditambah makanan yang merangsang produksi ASI seperti daun katuk dan daun pepaya, serta diusahakan banyak minum air hangat. Biasanya, pola menyusui akan berubah. ASI pada siang hari lebih sedikit dibandingkan malam hari. Usahakan menyusui setelah sahur lebih lama dan segera susui bayi setelah berbuka.

Tetap konsumsi suplemen khusus bagi ibu hamil atau menyusui (zat besi, kalsium, asam folat, dan lain-lain).

Jangan memaksakan diri dan usahakan untuk mengukur kemampuan diri sendiri. Jangan sampai hanya karena ingin seperti ibu lain yang sanggup berpuasa ketika hamil atau menyusui, kemudian memaksakan diri untuk tetap berpuasa. Jika tubuh terasa lemas, pusing, atau berkunang-kunang, segera saja batalkan puasa.

Jangan lupa untuk berdo’a meminta kemudahan kepada Allah dalam menjalankan ibadah puasa, karena hanya Allah Ta’ala yang mampu menguatkan kita sehingga mampu berpuasa meskipun dalam kondisi lemah karena sedang hamil atau menyusui. Oleh karena itu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mencontohkan kepada kita untuk berdoa:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً. رواه ابن حبان

“Ya Allah tiada kemudahan melainkan sesuatu yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau menjadikan kesusahan, bila Engkau kehendaki bisa menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya no. 2427 (Mawaarid), Ibnus Sunni no. 351. Al-Hafizh berkata: Hadits di atas sahih, dan dinyatakan shahih pula oleh Abdul Qadir Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi, lihat Hisnul Muslim-red)

2. Jika orang tua berusia lanjut/lansia ingin berpuasa

Para lansia cenderung memiliki keinginan berpuasa yang lebih tinggi walaupun kondisi fisik mereka sudah mulai menurun. Bahkan, para lansia memiliki kecenderungan berlomba-lomba memperbanyak ibadah, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi.

Pada dasarnya, tidak ada larangan bagi lansia untuk berpuasa. Tentu saja dengan catatan kondisi fisiknya masih kuat (tidak lemah) dan tidak sedang sakit berat. Bahkan, berdasarkan banyak pengalaman dari lansia yang berpuasa, justru merasakan banyak manfaat yang diperoleh seperti terkontrolnya kadar gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol, dan lain-lain. Meskipun demikian, puasa harus dilakukan dengan niat ikhlas untuk mengharap wajah Allah. Sedangkan nikmat kesehatan, itu hanyalah efek samping dari melakukan puasa dan bukan tujuan utama yang dicari-cari.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh lansia yang ingin berpuasa :

* Pastikan bahwa kondisi fisik masih kuat dan mampu untuk melaksanakan puasa. Dalam hal ini bisa dipastikan dengan memeriksakan diri ke dokter. Selain memeriksa fisik, biasanya seorang dokter juga akan meminta dilakukan pemeriksaan laboratorium (darah, urin) untuk mengetahui beberapa penanda yang mengarah pada penyakit atau kelainan tertentu, seperti kadar gula, kolesterol, asam urat, dan lain-lain. Selanjutnya banyak berkonsultasi dan minta nasehat terkait dengan kondisi kesehatan tubuh jika nantinya melakukan puasa.
* Hendaknya lansia yang ingin berpuasa tidak sedang mengalami penyakit komplikasi dan penyakit infeksi yang berat.
* Terapkan pola makan sehat dan jangan hanya mengandalkan suplemen. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menu makanan yang sehat jika dikombinasikan dengan aktivitas fisik dan mental yang teratur, dapat membantu hidup menjadi lebih sehat dan berkualitas. Disamping mengonsumsi makanan bergizi seimbang, perhatikan pula besarnya porsi sajian. Satu hal yang perlu digaris bawahi, hendaknya memilih aneka ragam makanan padat gizi, karena kita tidak dapat menggantikan makanan bergizi seimbang dengan suplemen apapun. Ada beberapa hal penting seputar makanan yang harus diperhatikan oleh para lansia, antara lain : banyak mengonsumsi makanan berserat, minum banyak cairan, kurangi lemak dan kolesterol, batasi garam, dan jauhi minuman keras.
* Tetap berolahraga dan aktif secara fisik. Sesuaikan dengan kemampuan fisik, mengingat dari segi usia yang sudah tidak muda lagi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai olah raga, karena termasuk kategori aktivitas berat.

Selengkapnya : http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/sehat-dan-berstamina-saat-puasa-1.html
»»  READMORE...

JAM BABUKA PUASA (Serial Utuh Ujai Versi Ramadhan)

Pambakal Jingah Rabit 15 Agustus jam 9:26 Balas
JAM BABUKA PUASA (Serial Utuh Ujai Versi Ramadhan)
Oleh: Pambakal Jingah Rabit

Takisah waktu Utuh Mandaw lagi halus. Waktu itu rahatan bulan Ramadhan, Utuh Mandaw ne kada sabar lagi mahadangi waktu babuka puasa. Maklum kakanakan, takana saparu puasanya, takananya tuntung sabigian puasanya. Hari nintu Utuh Mandaw ne bepadah wan abahnya, “Bah, magribnya jam barapa garang?”

“Jam 6, sabar ae, masih 4 jam lagi,” jar abahnya pina santai.

“Kanapa lawasnya, mulai tadi ulun lihati jam, jam 2 ha tarus!” jar Utuh Mandaw.

“Nah, kanapa pang mun jam 2?” jar abahnya.

“Ulun handak capat babukanya, pina kuriakan gaduhan ulun dalam parut dah,” jar Utuh Mandaw, “Kayapa mun kita putar haja jamnya ka jam 6?”

“Tasarah ikam ha!” jar abahnya.

“Asyik!” jar Utuh Mandaw sambil badiri maangkat kursi handak maubah jam ka jam 6. Imbah sudah dipindah ka jam 6 lalu baucap ae, “Bah, sudah ulun ubah ka jam 6, lakasi kita bukaan!”

“Nah, nintu hanyar jam di dapur, balum jam di ruang tamu wan ruang tangah lagi,” jar abahnya.

Badadas Utuh Mandaw mamindah jam di ruang tamu wan ruang tangah ka arah jam 6. “Bah, sudah sunyaan ulun pindah jamnya ka jam 6!” jar Utuh Mandaw pina kahimungan kaarayan.

“Ha ha ha, nintu hanyar di rumah kita, balum lagi jam di rumah tatangga kita. Pindahi dahulu jam di rumah Pambakal, di rumah Utuh Ujai, di rumah Su Ijak, di rumah Su Runi, di rumah Wanbuy, di rumah Duktur Apam, di rumah Amang Ijun, di masigit, di sakulahan Sambang Lihum, wan sunyaan di kampung kita,” jar abahnya pina kukurihing ha malihati kalakuan anaknya.

“Kanapa maka kaitu, bah?”

“Mun kada kaitu, sunyaan kada kawa buka puasa,” jar abahnya.

“Umai uyuhnya, mun kaitu baik ulun nunggui haja gin jam 6 nya,” jar Utuh Mandaw.

“Makanya am,” jar abahnya.

Lalu abahnya maninggalakan guring Utuh Mandaw, tapi Utuh Mandaw ne langsung bajalan ka luar mambawai buhan Adum Halus, Utuh Ujai, si Enor, wan Utuh Ujal gasan maubah jam ka jam 6. Kada lawas, kira-kira jam 4 an, babunyi dauh di masigit Kampung Jingah Rabit. Bubuhan kakanakan mancatukinya. Ada nang rahatan lagi bamasak, langsung babuka, ada nang takajut-kajut imbah bangun guring langsung minum. Pokoknya gigir tu pang kampung. “Napa yu maka hari masih tarang, tapi jam di rumah sudah jam 6,” jar nang lain.

“He eh, bisa parak kiamat sako, pina ubah hari,” jar nang lain pulang. Habut urang sakampungan ka langgar, handak sumbahyang tobat wan baamal sabanyak-banyaknya. Kurihingan kakanakan nang mancatuki dauh tadi.
»»  READMORE...

MATI BAKARAMAT (Serial Utuh Ujai versi Ramadhan)

Pambakal Jingah Rabit 15 Agustus jam 14:17 Balas
MATI BAKARAMAT (Serial Utuh Ujai versi Ramadhan)
Oleh: -Tuan Muda Busu Wahyu, Banjarmasin

Di kampung Jingah Rabit hidup anak muda ngarannya Utuh Kumandrah. Urangnya liwar macalnya, gaweannya mabuk, mawarung, pukuknya nang kada mambari kapingen to pang, apalagi di bulan puasa orang tarawehan si Utuh Kumandrah ne bakalatupan haja, sanunuhan ka balai burit bibinian digaweli.

Digalari Utuh Kumandrah tu gara-garanya, bila ada urang bapangantenan pasti dah sakit parutan urang. Kanapa? Marga dibuati oleh Utuh ne kumandrah dalam pangawahan. Sampai jara urang bakawinan, napang mun sakampungan sakit parut baheraan. Wahini bila urang baaruhan, bamasaknya pasti di kampung subalah, takutan kalu dibuati Utuh pulang. Wan mun urang tahu pada bamasak di kampung nintu, pasti urang kada hakun saruan.

Napakah malam nintu utuh ne kada hadir di warung malam Acil Inor, biasanya inya haja paiiyanya. Ranai kampung, kadada bunyi kalatupan, warung acil Enor rami haja. Pukuknya hiran urang imbah kadada nang saikung ngini. Sakalinya ada nang mambawa habar, si Utuh Kumandrah garing bangat. Pas hari Jumahat Utuh ne meninggal, lalu dkuburkan secara aturan nang ada. Jam 8an pas orang ka balai handak tarawehan, geger sakampungan kuburan Utuh ne harum wan bacahaya dan tadangar ngaji. Heran ai urang, padahal kada sasuai di waktu hidup ujar orang garunuman di warung Acil Inor.

Karna panasaran wan supaya urang kada takutan bulikan taraweh kalo dikira mati jadi hantu ataw kanapakah kuburan Utuh Kumandarah ne, maka nang tuha-anum bapakat handak manabuk ulang kuburan Utuh ne. Esok dibongkar ae kuburan Utuh ne tadi. Imbah tuntung, maklum kada tapi dalam juwa tabukannya talihat ae mayat Utuh ne lagi takurihing. Nang anihnya di gulu Utuh bagantungan radio nang lagi hidup babunyi rahatan sapunsur promag, di higa tangan banyalaan sintar wan di higa awak ada butul minyak harum.

Kurihingan urang malihat, kada lawas datang Angah Jablay nang tukang tabuk kubur mamadahkan pada radio, sintar, wan minyak harum tu ampunnya nang tagugur rahatan manguburakan sumalam. Mandaraw urang tatawaan.
»»  READMORE...

DIRGAHAYU RI KE 65

Thohir Rohili 16 Agustus jam 23:31 Balas

Tujuh belas agustus.......tahun seribu sembilan ratus empat
lima
angin segar meniup seluruh sudut negeri
terbit terang tatkala surya menyinari
bebas dari lamanya kegelapan

Sekian lama dalam pengorbanan
hingga darah mengucur basahi bumi
sekian lama dalam perjuangan
penantian asa melewati masa
datanglah hari yang tlah dinanti

Bung Karno....
suara lantang nan penuh wibawa
menyatakan kemerdekaan sejati
dan,........bahwa kami adalah......
BANGSA INDONESIA.
»»  READMORE...

Makna Kemerdekaan dalam Alquran

Thohir Rohili 16 Agustus jam 23:38 Balas
Makna Kemerdekaan dalam Alquran

KEMERDEKAAN memiliki beragam makna. Proklamasi 17 Agustus 1945 yang dibacakan Soekarno tidak secara eksplisit menerangkan apa makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Ketika Soekarno menyatakan kemerdekaan bangsa Indonesia, tentu yang dimaksudnya adalah kemerdekaan dari penjajahan Jepang.

Tetapi apa makna kemerdekaan itu bagi rakyat Indonesia merupakan tugas para generasi setelahnya untuk menjawabnya. Karena itu, dalam Pembukaan UUD 1945 ditegaskan bahwa kemerdekaan adalah pintu gerbang menuju cita-cita kebangsaan dan keindonesiaan yang sejati.

Apa makna kemerdekaan bagi kita? Sebagai bagian terbesar dari bangsa Indonesia, umat Islam dapat mengambil makna kemerdekaan tersebut dari Alquran. Dalam kitab suci ini ditunjukkan berbagai kisah kemerdekaan orang-orang terdahulu yang dapat mengilhami kita, bagaimana seharusnya menjadi bangsa merdeka di era globalisasi.


Pertama, makna kemerdekaan dapat diambil dari kisah Nabi Ibrahim ketika ia membebaskan dirinya dari orientasi asasi yang keliru dalam kehidupan manusia. Dalam Surat Al-An’am Ayat 76-79 dikisahkan perjalanan spiritual Nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan.

Pencarian spiritual tersebut merupakan upaya Ibrahim dalam membebaskan hidupnya dari orientasi hidup yang diyakininya keliru, namun hidup subur dalam masyarakatnya.

Seperti diketahui, masyarakat Ibrahim saat itu menyembah berhala. Bagi Ibrahim, penyembahan terhadap berhala merupakan kesalahan besar. Sebab manusia telah melakukan penghambaan yang justru menjatuhkan harkat dan martabat dirinya sebagai manusia.

Bentuk penghambaan yang menjatuhkan harkat-martabat manusia seperti itu juga terjadi pada era modern. Penghambaan terhadap materialisme dan hedonisme telah mengantarkan manusia modern untuk melakukan korupsi tanpa perasaan bersalah, mengorbankan nyawa-nyawa tak berdosa, menghalalkan berbagai cara untuk meraih kursi dan posisi, dan seterusnya.
Penghambaan-penghambaan yang demikian bukan hanya melukai harkat-martabat manusia, namun juga menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang hakikatnya menjadi tujuan dari proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 63 tahun yang lalu.

Kedua, makna kemerdekaan juga dapat dipetik dari kisah Nabi Musa ketika membebaskan bangsanya dari penindasan Firaun. Kekejaman rezim Firaun terhadap bangsa Israel dikisahkan dalam berbagai ayat Alquran. Rezim Firaun merupakan representasi komunitas yang menyombongkan diri dan sok berkuasa di muka bumi (mustakbirun fi al-ardh).

Keangkuhan rezim penguasa ini membuat mereka tak segan membunuh dan memperbudak kaum laki-laki bangsa Israel dan menistakan kaum perempuannya. Keangkuhan inilah yang mendorong Musa tergerak memimpin bangsanya untuk membebaskan diri dari penindasan, dan akhirnya meraih kemerdekaan sebagai bangsa yang mulia dan bermartabat (QS Al-A’raaf:127, Al-Baqarah:49, dan Ibrahim:6).
Mengakhiri Keangkuhan
Seperti halnya kisah sukses Nabi Musa, Proklamasi 17 Agustus 1945 hakikatnya juga merupakan momen yang mengakhiri episode keangkuhan dan penindasan rezim kolonial. Sebuah keangkuhan yang membuat bangsa kita miskin dan terhina selama ratusan tahun.

Namun jangan lupa, berakhirnya keangkuhan dan penindasan rezim kolonial tidak serta merta membebaskan rakyat Indonesia dari keangkuhan dan penindasan rezim lain dalam bentuk yang berbeda.

Tugas terberat dari sebuah bangsa merdeka sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan kemerdekaan dirinya sebagai bangsa merdeka, serta bebas dari hegemoni internal dan eksternal yang menindas. Merdeka dari hegemoni penindasan internal berarti bebas dari penguasa-penguasa pribumi yang bertindak dan bertingkah laku laksana penjajah asing.

Kita memerlukan pemerintahan yang sayang dan cinta kepada rakyatnya sendiri. Tidak hanya cinta sebatas bibir, namun juga mencintai dan mengayomi dalam bentuk dan tindakan nyata.

Merdeka dari hegemoni eksternal artinya bebas dari pengaruh dan tekanan asing (terutama di bidang politik, ekonomi, dan budaya). Bangsa yang merdeka, namun di bawah tekanan politik negara lain, sesungguhnya bukan bangsa yang merdeka. Bangsa yang merdeka, tapi menyerahkan pengelolaan sumber daya alamnya kepada pihak asing tanpa share yang adil, bukan pula bangsa yang merdeka.

Bangsa yang merdeka, namun sangat inferior terhadap identitas budaya bangsa lain, bukan pula bangsa yang merdeka. Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia haruslah kemerdekaan yang holistik dan integral dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, kisah sukses Nabi Muhammad dalam mengemban misi profetiknya di muka bumi (QS Al-Maa’idah:3) menjadi sumber ilham yang tak pernah habis bagi bangsa Indonesia untuk memaknai kemerdekaan secara lebih holistik dan integral.

Ketika diutus 14 abad silam, Nabi Muhammad menghadapi sebuah masyarakat yang mengalami tiga penjajahan sekaligus: disorientasi hidup, penindasan ekonomi, dan kezaliman sosial.

Disorientasi hidup diekspresikan dalam penyembahan patung oleh masyarakat Arab Quraisy. Rasulullah berjuang keras mengajarkan kepada umat manusia untuk menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan ‘’tuhan-tuhan’’ yang menurunkan harkat dan derajat manusia (QS Luqman:13; Yusuf:108; Adz-Dzaariyaat:56; Al-Jumu’ah:2).

Penindasan ekonomi itu dilukiskan Alquran sebagai sesuatu yang membuat kekayaan hanya berputar pada kelompok-kelompok tertentu saja (QS Al-Hasyr:7). Rasulullah mengkritik orang-orang yang mengumpulkan dan menghitung-hitung harta tanpa memedulikan kesejahteraan sosial dan keadilan ekonomi (QS Al-Humazah:1-4; Al-Maa’uun:2-3).

Rasulullah mengkampanyekan pembebasan budak, kesetaraan laki-laki dan perempuan, dan kesederajatan bangsa-bangsa. Dalam khutbah terakhirnya di Arafah, saat haji wadaí, beliau menegaskan bahwa tak ada perbedaan antara hitam dan putih, antara Arab dan non-Arab.

Semuanya sama di mata Tuhan. Tidak ada celah yang membedakan manusia satu dengan manusia lainnya, kecuali tingkat ketakwaan mereka kepada Tuhan-Nya (QS Al-Hujuraat:13).

Apa makna kemerdekaan bagi kita? Sebagai bagian terbesar dari bangsa Indonesia, umat Islam dapat mengambil makna kemerdekaan tersebut dari Alquran.

Alangkah indahnya jika bangsa Indonesia mampu memaknai kemerdekaannya seperti yang diilhamkan Alquran. Rakyat merasakan kemerdekaan ekonominya dan meraih kesejahteraan bersama. Tidak ada lagi penghisapan ekonomi, baik oleh oknum pribumi maupun pihak asing.

Seluruh warganegara Indonesia sama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. Tidak ada lagi tawar menawar hukum dan perlakuan istimewa bagi kaum berduit dalam proses peradilan. Bagi kelompok difabel, tak ada lagi perbedaan untuk memeroleh akses ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan.
Kemerdekaan tidak hanya dirasakan oleh manusia-manusia Indonesia di Jawa, namun juga manusia-manusia Indonesia di Aceh, pedalaman Irian Jaya, serta pulau-pulau terpencil. Manusia Indonesia di wilayah-wilayah ini harus dapat merasakan kemerdekaan yang ikhlas dan sejati, bukan kemerdekaan yang terpaksa dan semu, seperti yang mungkin mereka rasakan pada zaman Orde Baru. Dirgahayu Republik Indonesia!
»»  READMORE...

Sebuah Renungan Tentang Memaknai Arti Kemerdekaan

Thohir Rohili 16 Agustus jam 23:46 Balas

Sebuah Renungan Tentang Memaknai Arti Kemerdekaan
17 Aug 2010

Memasuki bulan Agustus ini, kita mulai menyaksikan adanya sesuatu yang berbeda di jalan-jalan, di ujung-ujung gang, dan di jalan-jalan perkampungan. Warna merah putih menghiasi jalan-jalan dan perkampungan. Mulai melangkah lebih jauh lagi pada bulan Agustus, kita mulai saksikan perlombaan-perlomba an digelar di gang-gang perkampungan. Anak-anak larut dalam kegembiraan merayakan peringatan hari kemerdekaan yang sebenarnya belum mereka ketahui. Wajarlah, masih anak-anak. Mereka hanya berkeinginan untuk mendapatkan hadiah dan merasa senang saat mengikuti lomba.

Tak ketinggalan dengan anak-anak mereka yang berkompetisi dalam lomba balap karung, makan kerupuk, memasukkan ballpoint ke dalam botol, mengambil koin dari labu, pecah air, membawa kelereng, pecah balon, dan juga memindah belut; orang tua dan kakak-kakak mereka pun juga ikut larut dalam perayaan-perayaan lomba. Ya, semua rakyat dari seluruh lapisan larut dalam perlombaan-perlomba an merayakan hari kemerdekaan RI mulai dari kampung, pedesaan, perkotaan, pabrik, pasar, kantor, dan seluruh pelosok tanah air.

Puncak dari segala puncak itu nantinya adalah pada saat peringatan Detik-detik Proklamasi yang akan berlangsung pada tanggal 17 Agustus tepat pada puku 10.00 WIB. Dan sebagai penutup dari perayaan proklamasi kemerdekaan itu nantinya biasanya akan diisi dengan pawai dan karnaval hari kemerdekaan di jalan-jalan perkotaan.

Terlihat sejenak berpikir di ujung jalan sesosok bayangan dengan perawakan biasa memandang jauh seolah tak bertepi. Dari sudut matanya terlihat tatapan yang menerobos memandang relung-relung kehidupan.

Bisik dalam hatinya lirih berkata,”Apa ini yang disebut kemerdekaan?”

Tak berapa lama, ia ayunkan kakinya menuju sebuah masjid. Ia duduk dan terlihat mulai diam merenung tentang sesuatu. Saraf-saraf dalam otaknya mulai bergerak-gerak memutar klise-klise memori sejarah dan analisa. Ia coba mengingat kembali lembaran-lembaran sejarah bangsa dan negaranya tercinta, Indonesia. Ia perintahkan otaknya memutar kembali file-file pelajaran-pelajaran sejarah yang telah ia rekam dari pelajaran di sekolah dan bacaan-bacaan yang dibacanya.

Ia ingat bagaimana dahulu para pejuang-pejuang mengangkat senjata. Memorinya mengenang keperkasaan Teuku Umar dan Cut Nyak Dien melawan Penjajah. Ia ingat betul bagaimana masyarakat Aceh adalah masyarakat yang paling kuat dalam melawan penjajah. Ia juga ingat betul bagaimana masyarakat Aceh rela memberikan derma mereka untuk membangun Indonesia melalui urunan uang mereka.

Memori sang pria pun tiba-tiba berbalik kepada kenangan cerita sejarah Imam Bonjol yang dikalahkan oleh pengkhianat bangsa, kenangan sejarah Pangeran Diponegoro yang dikhianati oleh orang sebangsa sendiri. Berturut-turut ia ingat kembali akan perjuangan Sultan Hasanudin, Sultan Agung, dan Patimura. Selanjutnya, bayangnya melihat peranan Syarekat Dagang Islam sebagai organisasi pergerakan pertama yang berdiri di Indonesia yang berorientasi pada rakyat secara nasional.

“Bukan Budi Utomo yang pertama kali berdiri” katanya lirih dalam hati.

“Budi Utomo adalah organisasi lokal yang berdiri jauh sesudah berdirinya Syarekat dagang Islam.” keluhnya.

”Ia hanya berorientasi lokal dan tidak memiliki program kerakyatan. Dia hanya kumpulan para bangsawan yang sok pahlawan mengklaim diri sebagai organisasi pertama yang bergerak merebut kemerdekaan. Bohong besar!” batinnya berkata lantang.

Tak berapa lama, ia terbangun dari lamunannya. Ia lihat beberapa meter dari masjid tempat duduknya, sebuah perayaan kemerdekaan. Dengan diiringi musik-musik, terlihat seorang wanita berjoget menyanyikan lagu dangdut, lalu berturut-turut sepasang suami istri berkaraoke bernyanyi tembang kenangan, dan tak ketinggalan seorang bocah berjoget mengikuti gaya joget para penyanyi dangdut di negara ini mengiringi nyanyian. Sang bocah dengan perasaan senang meliuk-liukkan tubuhnya dan memutar-mutar kepalanya. Gaya jogetnya seperti gaya penyanyi yang dikritik oleh Sang Raja Dangdut hingga menangis.

“Apa ini arti kemerdekaan?” kata sang pria.

“Mau dibawa kemana bangsa ini? Tak kudapatkan sejarah cerita adanya pesta semacam ini di zaman perjuangan dulu. Dimana sisa-sisa cucuran keringat dan darah serta nyanyian peluru dan dentuman meriam para pendahulu?” kata batinnya.

“Bangsa ini belum merdeka!!! Belum merdeka!!!” bisiknya lirih.

“Bangsa ini masih dibelenggu oleh kekuasan kapitalis, dan dijajah oleh para pengkhianat- pengkhianat bangsa yang mengklaim dirinya nasionalis atau pejuang. Padahal kalian adalah anak keturunan para pengkhianat yang menyerahkan nyawa para pejuang Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dan lainnya kepada sekutunya, sang penjajah Belanda yang menyebarkan misi suci 3G. Gold, Glory, dan Gospel. Kalianlah yang menipu rakyat dengan jiwa sok nasionalis yang mengahabiskan waktu kalian untuk pesta dan uang semata. Kalianlah yang memfitnah para pejuang dengan sebutan para pemberontak, teroris, dan gerombolan. Kalian yang berkuasa tak beda dengan para pengkhianat bangsa di zaman Perang Paderi, yang justru membawa kehancuran bangsa ini. Bangsa ini belum merdeka! Bangsa ini hanya merdeka jika rakyat ini telah menikmati udara hukum sang Maha Kuasa terlaksana!! !” berontaknya di dalam hati.

Tak kuat melihat perayaan peringatan penuh kedustaan itu, sang pria tersebut pun bangun dari duduknya. Ia ayunkan kakinya segera melangkah menjauh dari riuh-rendah musik peringatan hari kemerdekaan itu. Di ujung lorong jalan, tak berapa lama, ia pun hilang dalam bayangan gelap malam.
»»  READMORE...

LADANG PAHALA RAMADHAN : ADA YG BUTUH BIAYA OPERASI

Ummu Asma' 17 Agustus jam 16:43 Balas
Bismillah, Assalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh,

Dibutuhkan SEGERA bantuan biaya operasi dan perawatan RS bagi istri
seorang ikhwan bernama Siti Cholila (36 tahun) dengan domisili
Kebonsari Wetan, Probolinggo dikarenakan "hamil diluar kandungan" di RS
Dr. Muh. Salim. Info lebih lengkap: Ahmad Fitro Hp. 0812-2722-7367 dan silahkan kirim donasi saudara/i ke:

Bank BCA No. Rek. 0390-789-122.

Mohon infokan berita ini kepada yang lain, jazakumullah khairan. Wassalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

Semoga Allahu Azza wa Jalla memberikan pahala yang berlimpah untuk antum semua di bulan Ramadhan ini dengan menyisihkan sedikit dari sebagian harta untuk menolong saudara kita yang terpimpa musibah.

RUMAH DIJUAL
-------------------
Rumah ini berada di Jl. Anggrek Garuda, Tepat di sebelah Pasar Slipi. berada di sekeliling kawasan strategis. dekat dengan jalan raya S. Parman, Jl. Palmerah, Lingkungan sekolah, lingkungan perumahan, mall, dan lain sebagainya. luas bangun rumah ini kurang lebih 100 m2. kalau berminat, hubungi dani azuar pada nomor handphone 085710352125. atau pada nomor rumha 021-5654371

KAJIAN DI YOGYA SABTU 28 AGUSTUS 2010
-------------------------------------------------------
Hadirilah Kajian Umum di Bulan Ramadhan dan Penyambutan Mahasiswa Baru 2010

“IDEALISME SEORANG MAHASISWA, ANTARA SIKAP EKSTRIM dan APATIS”

Pemateri:
Ustadz Noor Akhmad Setiawan, Ph.D.
(Ustadz sekaligus Dosen Sekolah Vokasi -Diploma Teknik- UGM)

Insya Allah dilaksanakan pada:
Sabtu, 28 Agustus 2010
Pukul 16.00 – 17.30 WIB (+ buka puasa)
Di Musholla Teknologi (Mustek), Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta

Fasilitas:
Buka Puasa Bersama

Gratis, Terbuka untuk Mahasiswa dan Kalangan Umum
Putra dan Putri

Informasi:
0852.65.222500

Penyelenggara:
Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) Yogyakarta

Selengkapnya:
http://infokajian.com/kajian-umum/idealisme-seorang-mahasiswa-antara-sikap-ekstrim-dan-apatis-yogyakarta-agustus-2010/

Poster Kajian:
http://ow.ly/2pR9s
»»  READMORE...

Kajian Ahad, 22 Agust. 2010 di Ciledug

Ummu Asma' 17 Agustus jam 16:49 Balas
Bismillah,
Ikhwan wa Akhwat fillah,
HADIRI KAJIAN ILMIYAH !!

"SEBAB-SEBAB MERAIH KEBAHAGIAAN"
Pemateri : Ust Abu Islama, Lc (Mudir Mahad Hidayatunnajah, Pebayuran, Bekasi)

Tempat Kajian
MASJID NURUL IMAN
Komplek Perumahan Departemen Keuangan
Karang Tengah, Ciledug,
Tangerang

Insya Alloh:
Ahad, 12 Ramadhan 1431 H atau (Ahad 22 Agustus 2010)
Pukul : 09.00 WIB s/d Dzuhur

Ajak:
Keluarga & Saudara-saudara kita,
Semoga Allah aza wa jalla memberi balasan kebaikan kepada antum

Mudah-mudahan info ini bermanfaat.
Untuk info kajian: 021 951-97176

=============== IKLAN =====================

Punya Info yang mau beli atau Jual Mobil ?
Call / sms aja ke 98957329 / 085287062500
»»  READMORE...

Fatwa Ramadhan untuk Muslimah: Memakai Kosmetika Pelembab Kulit

Ummu Asma' 17 Agustus jam 17:04 Balas
Fatwa Ramadhan untuk Muslimah: Memakai Kosmetika Pelembab Kulit

Soal:
Syaikh Abdullah al-Jibrin ditanya: “Apakah kosmetika pelembab kulit dapat membatalkan puasa jika termasuk jenis yang tidak menghalangi aliran air pada kulit?”


Jawaban:
Tidak mengapa menggunakan pelembab pada tubuh saat berpuasa jika hal tersebut dibutuhkan. Karena pelembab tersebut hanya membasahi permukaan kulit dan tidak masuk hingga ke dalam tubuh. Jika diperkirakan pelembab tersebut dapat masuk ke dalam pori-pori kulit, maka hal itu pun tidak termasuk yang membatalkan puasa.

***

Dipublikasikan oleh www.muslimah.or.id
»»  READMORE...